Separuh Agamaku Bersamamu – Sebuah Rangkuman


Resume Majelis Malam Ahad 12-April-2014

bersama Ust Bendri Jaisyurarahman

IMG-20140412-00362 - Copy

“Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beibadah kepadaKu.”
(QS. adz-Dzariyat: 56)

Nikah maupun tidak menikah semuanya memiliki nilai ibadah. Jika nikah adalah separuh agama, maka separuh yang lainnya adalah beramal.

Rasulullah SAW mengatakan hal ini terkait bahwa ini adalah sebuah pentujuk yang diriwayatkan oleh Imam Al Ghozal, bahwa

sesungguhnya jika ia telah menyempurnahkan separuh agamanya, maka bertakwalah kepada setengahnya yang lain.

Sehingga setiap dari kita yang berniat sungguh-sungguh menikah untuk meredam syahwat untuk mendapat ridho-Nya, maka sesunggunya adalah kita telah meraih ketaatan separuh agama, sisanya adalah beramal. Kita baru sempurna jika kita sudah meredam syahwat dan beramal sholeh.

Ketakwaan itu ada dua:

  1. Meredam syahwat
  2. Beramal yang banyak

Jadi kalau orang sudah meredam syahwatnya, maka ia sudah meredam syahwatnya, maka sisanya adalah perbanyak amal sholeh.

Menurut Imam Al Ghozali, pangkal dari syahwat itu adalah seksual. Maka orang yang sudah menikah secara halal, maka dia sudah teredam syahwatnya. Sehingga dia tidak memiliki alasan untuk menyalurkannya kepada yang haram.

Jadi tidak cukup setelah nikah semuanya berhenti. Masih ada PR untuk tetap produktif—untuk menjadikan pernikahanini menjadi sinergi dan melahirkan generasi yang hebat dan luar biasa.

Tugas dasar pernikahan adalah meredam syahwat. Karena demikian, sebagian ulama menghukuminya dengan tidak mutlak. Contohnya Ibnu Taimiyah—ulama bujang yang meredam syahwatnya dengan kesibukan dalam berilmu.

“Selama ia dapat meredam syahwatnya dan beramal, mkaa sudah sempurna agamanya. Ulama dulu juga ada yang bujang. Dan mereka gak ngenes.” –kata Ustadz Bendri sambil melihat ke bujang-bujang seisi aula-

 

Apakah setelah menikah beneran meredam syahwat?

Nyatanya banyak juga yang sudah menikah namun masih tepe-tepe ke mantannya. Masih melakukan upaya-upaya rendah seperti itu dan tidak menundukkan pandangan ke lawan jenis yang bukan suami/istrinya. Dengan demikian berarti ia sudah merusak tatanan pernikahan. Sejatinya ia tidak melakukan hal2 lain yang memberiarkan syahwatnya liar.

Dengan demikain, harus ada dalam suatu pernikahan, adanya Proyek Peradaban. Proyek yang dibentuk oleh suami dan istri untuk memperbaiki peradaban dengan pemikiran bersama dan terukir dalam sejarah, sehingga ada prestasi yang diiwariskan kepada anak cucunya.

“Banyak yang sudah nikah malah tidak Sholat Subuh Jamaah di masjid,
dan malah menarik dirinya dari tuga dakwah”

 

Berdasar penuturan Ustadz Bendri, tujuan pernikahan adalah untuk 2 hal:

  • Meredam syahwat
  • Produktif dalam kebaikan bersama

 

Mawaddah

Pasangan yang kita dapatkan selayaknya yang dapat meredam syahwat kita. Prinsip mawadah ditunjukan dengan kedekatan fisik.

“Prinsip mawadah itu pengen nempel terus” kata Ustadz

Rasul pernah berkata kepada seorang Muhajirin yang akan menikahi wanita Anshor,

“Lihatlah dulu wanita tersebut. Agar ada ketertarikan padamu.”

Ini yang mendasari Jamilah—Habibah menggugat cerai suaminya. Pasalnya, Jamilah ingin menyerahkan cintanya pada suaminya, namun tetap saja tidak ada gairah yang menjadikannya cinta pada suaminya tersebut. Pada suatu riwayat, saking tidak tertariknya dengan suaminya, jika Jamilah melihat suaminya, ingin sekali ia meludah.

Jamilah mengakui bahwa ia menggugat cerai bukan karena kekurangan ibadah suaminya, tapi adalah karena Jamilah tidak dapat memberikan cintanya pada suaminya. Maka Rasul memakluminya dan berkata bahwa itu adalah hal yang wajar. Namun, tetap—sikap yang terbaik adalah sabar terhadap pendampingnya.

Jika wanita melakukan empat amal berikut:

  1. Menunaikan shalat wajib
  2. Puasa di bulan ramadhan
  3. Menjaga kesuciannya
  4. Taat kepada suaminya

“Maka masuklah ke surga dari pintu manapun yang kamu suka”

Jamilah sadar akan kapasitasnya. Dia sholehah, dia menunaikan sholat, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kesucian. Namun dia mengkhawatirkan jika dia tetap bersama suaminya, dia tidak dapat taat kepadanya karena tidak tertarik.

 

Aku mencintaimu walaupun

Ada level yang lebih tinggi bagi orang yang sudah memahami. Mereka bukan hanya menikah untuk meredam syahwatnya. Namun jauh yang lebih mulia dair itu adalah untuk berkomitmen terhadap janjinya pada Allah.

Ketika orang akan menikah, maka dikatakan kepada mempelainya,

”Aku memilihmu karena.”

Namun ketika sudah berkeluarga, maka dikatakan kepada istrinya,

“Aku mencintaimu walaupun.”

 

Komitmen itu dilatih. Maka dari itu bagi mereka yang mencari pasangan yang sempurna—bersiaplah jomblo selamanya.

 

Lelaki Sejati

Ibnu Mubarok bercerita tentang seorang lelaki di jamannya yang prinsipnya luar biasa. Dia menikahi seorang wanita dari perantara gurunya—yang ia sendiri belum melihatnya.

Ketika malam pertama dan membuka pintu kamarnya, ternyata fisik istrinya mengecewakan hatinya. Tapi ia berprinsip “Aku mencintaimu walaupun”. Setelah itu dia terus memperlakukan istrinya secara ma’ruf selama 25 tahun, dia tidak menikah lagi, tidak selingkuh, bahkan tidak mencari yang lain. Istrinya sakit setelah 25 tahun setelah itu.

Sang istri yang sedang sakit itu berpikir bahwa umurnya tak akan lagi panjang, namun ada pertanyaan yang mengganjal hatinya. “Suamiku, ada hal yang ingin aku tanyakan pada saat awal menikah denganmu.” Kata sang istri. “Aku tahu kamu pada saat malam pertama itu kamu sepertinya tidak bergairah denganku, yang justru aku heran adalah kenapa sampai sekarang kamu tidak menceraikan aku dan tidak menikah dengan wanita lain?

Dijawab oleh suaminya,

“Ketahuilah istriku. Saat aku menikah, aku mengucap janji dengan Tuhanku. Maka dari itu aku menepati janji kepada Tuhanku dan Tuhanku menyuruh aku untuk memuliakan dirimu sebagai istriku. Karena itulah, ketika aku berkhianat pada Tuhanku, kamu boleh katakan aku telah berkhianat terhadap syahadatku. Maka selama syahadatku masih kuat, percayalah aku akan komitmen terhadap dirimu.”

Yak, lalu terdengar keriuhan dari sisi akhwat. :3

Dear Akhwat,

pilihlah lelaki yang sejak mudanya komitmen terhadap syahadatnya, maka ia akan komitmen terhadap akadnya setelah ia menikah.

 

Maka bagi wanita rumusnya adalah separuh agamaku bersamamu. Menjadikan dirinya menjadi bintang dan menjadi bidadari untuk suaminya. Itulah kenapa pernikahan Rasul menjadikan istri-istrinya bintang. Aisyah contohnya, yang menjadi produktif dan menjadi penghapal hadist. Zainab, dikenal sebagai istri yang ahli sodaqoh hingga mendapatkan julukan ummul masaakin. Hafsah, istri Rasul yang ahli ibadah, ahli shiyam, ahli qiyaam, hingga setelah menikah dengan Rasul, ia tak pernah meninggalkan sholat malam. Maimunah, dikenal sebagai penulis wahyu. Istri-istri Rasul lainya pun juga menjadi bintang—menjadi produktif dalam keunggulan amalannya.

 

Dear Akhwat, maka serahkan dirimu pada seseorang yang rumusnya adalah:

“Aku akan membawamu bukan hanya sekedar bulan madu di dunia, karena kita kelak akan bulan madu sepuas-puasnya di syurga. Maka siapkansegala bekal untuk kita ke syurga, Sayangku”.

 

Jadi buat ikhwan, janganlah engkau menyatakan lamaran, “Maukah kau menjadi istriku”, namun katakanlah kepada calon istrimu,  “Maukah telapak kakimu menjadi surga untuk anak-anakku nanti?” #eaaa

 

Ada sebuah cerita tentang teman Ustadz. Suaminya saat itu mahasiswa, sedangkan sang akhwatnya sudah alumni, lebih senior dari si ikhwannya. Akhwat ini menjadi pimpinan akhwat di Lembaga Dakwah Kampus, d an ikhwannya menjadi pimpinan ikhwan. Tiap rapat, si akhwat ini pasti berbeda pendapat dengan si ikhwan ini—selalu diawali dan diakhiri dengan keributan. Pokoknya, ada aja yang bikin merka ribut. Bahkan ketika berada di lapangan selalu tidak kompak. Akhirnya didamaikanlah oleh Ustadz mereka. “Dakwah kita tidak akan berjalan jika seperti ini.” tukas Ustadznya. Si Akhwatnya merasa bahwa dia senior dan berkata bahwa dia lebih berpengalaman.

Si Ikhwannya tidak melawan, hanya berkata, “Gini deh, Ukhti. Maaf nih. Saya lihat dari beberapa lama kita ribut. Saya khawatir kalo begini terus—gak ada ikhwan yang mau sama Ukhti. Kasihan. Gini deh, gimana kalo kita nikah aja.”

Si akhwatnya langsung naik pitam, “Apa maksud kamu!”

“Lha maksud saya sederhana. Dengan pernikahan ini yang pertama kita gak ribut lagi dan kita bisa berdakwah dan bisa mencapai surga. Selesai.”

Si Ikhwan itu pun menantang akhwat seniornya itu. Si akhwat itu menerima tantangan si ikhwan dengan amarah.

“Setelah menikah—kita akan membuat sesuatu yang lebih hebat. Kamu tidak lagi membuat keributan. Ketika kamu nikah sama saya, dan saya jadi imam kamu. Dan setelah ini kita akan membuat proyek dakwah bareng. Karena tujuan kita adalah surga.”

Ketika ditanya oleh Ustadz Bendri tentang pernikahan keduanya setelah memiliki anak, “Mbak masih ribut gak sampe sekarang?”

Kata si akhwat yang kini sudah menjadi ibu 3 anak dan istri dari si ikhwan, “Oh masih! Justru itu yang membuat kita masih bertahan. Karena kita harus paham bahwa sejarah kami bertemu adalah dengan keributan. Maka pernikahan ini akan bertahan selama kita ribut.” #pfft

 

Ustradz Bendri berpikir bahwa pernikahan yang diceritakan tadi agak menyimpang—secara proses. Tapi beliau mengerti benar bahwa sang akhwat ini adalah aktivis. Tidak ada yang ia cari di dunia ini kecuali Ridho Allah SWT. Maka ia mengetahui betul kalimat “Separuh Agamaku Bersamamu” ia tidak meletakkan pernikahan itu menjadi suatu hal yang membius dia dan membuat dia terganjal masuk surga karena cinta yang lebih besar dari cinta kepada Tuhan dan Rasulnya.

 

Cerai karena Allah

Abdurrachman bin Abu Bakar menikah dengan Atika binti Zaid bin Amar bin Nufail—seorang Janda. Setiap yang menikah dengan Atika, selalu syahid. Abu Bakar berpikir bahwa Atika ini adalah muslimah yang hebat, ia ingin agar anaknya juga syahid seperti suami-suaminya terdahulu.

Setelah mereka menikah, mereka begitu mesra—tapi itulah yang membuat mereka terbius. Kemesraan mereka itu terlihat oleh publik dan membuat orang-orang yang melihatnya menjadi iri. Hingga Abu Bakar merasa ada yang mengganjal ketika anaknya sudah mulai terlambat sholat subuh di takbir pertama. Esok harinya terlambat satu rokaat sholat subuh. Besoknya begitu lagi, dan akhirya Abu Bakar berpikir bahwa alih-alih menjadi mujahid, anaknya malah menjadi orang yang lemah. Abu Bakar takut pernikahannya anaknya itu mawadah—mesra,  tapi tidak berkah.

Dalam konteks perceraian Abdurrahman dengan Atika, menjadikan perceraian itu adalah perceraian terindah dalam sejarah. Setelah perceraian itu, masing-masing dari mereka merenung selama setahun. Hingga Abu Bakar berpikir bahwa mereka sudah bertaubat dan akhirnya menikahkan mereka kembali. Sebulan setelah itu, Abdurrahman syahid.

 

Jodoh Dunia Akhirat

Ada tiga jodoh yang telah ditetapkan:

  1. Jodoh dunia tapi tidak di akhirat.

Di dunia  bersama, tapi di akhirat tidak. Seperti Asiyah dengan Firaun—Asiyah beriman sedangkan Firaun tidak. Juga dengan pasangan yang sama-sama kafir. Mereka tidak akan disatukan di akhirat.

  1. Tidak jodoh di dunia, tapi jodoh di akhirat.

Ini terjadi ketika sesama mukmin menikah, salah satu dari merka keburu meninggal. Maka mereka akan disatukan di surga.

  1. Jodoh di dunia dan di akhirat.

Pernikahan sesama mukmin yang diridhoi Allah dan cintanya kepada suami/istrinya tidak melebihi cinta kepada Allah.

 

“Nikahilah lelaki yang baik agamanya. Kalau ia dapati istrinya cantik, ia akan memuliakannya. Jika ia tidak mendapat istri yang tidak sesuai dengan seleranya, dia tetap menjaga kehormatannya. Tidak mempermalukannya, dan tidak menyakitinya.” – Hasan Al Basri-

 

Jangan terjebak dengan cinta yang membuat kita tidak produktif dengan amal. Cinta yang membuat kita lupa kepada Allah tidak akan membawa kita kepada surga. Sebagaimana cerita tentang Umar bin Abdul Aziz dengan Fathimah. Suatu saat dia naksir dengan seorang wanita cantik dan lajang. Saat itu beliau ingin untuk berpoligami, sedangkan sang istri benci dengan poligami, sehingga istrinya tidak mengizinkan. Umar meskipun dia punya hak untuk menikah lagi, dia menghormati keputusan istrinya. Dia tidak selingkuh dan tetap berkomitmen. Tapi karena terbayang oleh gadis tersebut, hingga ia jatuh sakit. Akhirya istrinnya merasa bersalah dan akhirnya dalam hati mengizinkan suaminya berpoligami. Fathimah kemudian mendatangi si wanita tersebut dan meminangnya untuk menjadi madunya. Gadis tadi bersedia jadi madu.

Fathimah berencana membawa gadis ini sebagai kejutan bagi suaminya. Ketika dibuka pintu kamarnya, Umar terkejut, hingga istrinya berkata, “Suamiku, dengan ini aku izinkan kamu menikah lagi.”

Sang gadis pun mendekat dan bertanya pada Umar, “Benarkah Anda ingin menikahi saya?”

Namun apa yang dikatakan Umar sungguh diluar dugaan, “Aku pernah mencintaimu, tapi aku tidak mau menikahimu.” Sang gadis pun terkaget.

“Jika aku mencitaimu saja membuatku sakit, bagaimana jika aku menikahmu? Mungkin aku bisa mati.” Kata Umar.

Akhir cerita, karena Umar tidak mau silaturahmi dengan gadis tersebut putus, gadis itu kemudian dinikahkan dengan keponakan Umar bin Abdul Aziz.

Resume by : Syarif Hidayatullah

Link : saungkertas.com/wp/separuh_agamaku_bersamamu/

 

 

Majelis Malam Ahad – Separuh Agamaku Bersamamu


Separuh Agamaku Bersamamu Flyer

 

Majelis Malam Ahad

AlhamduliLLAH Hadir kembali

dengan tema:

“Separuh Agamaku Bersamamu”

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نِصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي

“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman)

bersama : Ust. Hilman Rosyad, Lc.
Hari/Tanggal : Sabtu, 12 April 2014
Waktu : 19.30-21.30 WIB

Tempat : AQL Islamic Center, Jl.Tebet Utara 1 No.40, JakSel

(Belakang SMPN 115, SPBU Shell & Soto Gebraak)

Terbuka Untuk Umum..Free \=D/

jadii..Silahkan ajak semua teman, sahabat serta saudara, dan silahkan sebarkan info ini sebanyak2nya.

CP:
Ikhwan 087880017456
Akhwat 081315019136

Supported by @AQLislamiCenter

Info lebih lanjut:
Website : APWAnikah.com
follow us on twitter : @APWAnikah
like us on facebook : fb.com/pranikahislami

Kultwit Ust. Bachtiar Nasir, Lc. – “JODOH”


26 Oktober 2013

  1. Kepada ikhwan dan akhwat yg masih menjomblo, segeralah menikah jika sdh merasa mampu. Saya siap bantu insya Allah.
  2. Nikah itu nggak cukup hanya bermodal Cinta dan Kerja, perlu tau psikology nikah selain fikih nikah, perlu belajar parenting sblm pny anak.
  3. Sblm menikah pelajari ilmu kesehatan reproduksi pada ahlinya, juga ilmu keuangan keluarga, hrs tahu juga hukum positif nikah.
  4. Syariat Nikah dlm Islam didasari Fitrah psikis & biologis manusia yg membutuhkan nikah. Berbeda dgn hewan yg lampiaskan hasrat sesukanya.
  5. Saya punya lembaga APWA (Arrahaman Pre Wedding Academy) sdh meluluskan 6 angkatan. Sdh banyak kami nikahkan diantara sesama peserta.
  6. Dari sekian bnyk kasus di KUA yg terbnyk adlh masalah perceraian, bkn krn suami yg menalak tp isteri yg minta khulu’ (lepas dari suami).Knp?
  7. Ada banyak faktor penyebab khulu’, yg utama adlh kegagalan suami memahami dan membina isterinya, akibat egois dan sikap kasar.
  8. Cara cari jodoh idaman; mulail dgn menjaga kesucian diri, berhiaslah dgn sifat dan alhlak mulia, utarakan maksudmu pd Allah & mhn …
  9. Mohon kemantapan hati pada Allah utk menikah, selanjutnya utarakan maksudmu pd org tua dan mohonkan doa dan ridha keduanya.
  10. Utarakan pula kemantapan hatimu pd org bijak yg kau percaya dpt membantumu, atau pada teman dktmu yg kau percaya kedewasaan dan keislamannya
  11. Jika sdh ada calon yg diharapkan silahkan cari tahu ttg dia lwt teman dktnya, cocokkan data org itu dgn kriteriamu. Sekufu’ itu penting!!
  12. Kriteria sekufu’ utamanya dlm urusan agama, spt aqidah, ibadah, akhlak& ketaatannya. Boleh jg dlm urusan pendidikan, pola fikir, komunikasi,
  13. Jika merasa sdh cocok, silahkan komunikasi dgn media/chatting sekedarnya utk mendalami kepribadiannya, jgn terjerumus dlm syahwat.
  14. Jika sdh cukup data ttg si dia, misalnya; bkn dari kelompok aliran sesat secara agama (krn ibadahnya keliatan hebat, eh ternyata ahmadiyah).
  15. Atau bukan anak durhaka pd ortunya, atau tdk berpenghasilan yg haram, ada kesiapan untuk membangun visi Islam.
  16. Cek jg apakah si calon pelaku 7 dosa besar? (Syirik, Membunuh, Mencuri, Berzina, Minum Miras/Narkoba, Meninggalkan Rukun Islam yang Lima).
  17. {ولا تقولوا لمن يقتل في سبيل الله أموات بل أحياء ولكن لا تشعرون} [البقرة:154]
  18. QS. 2:154. “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.”
  19. Jangan takut putus cinta dan kehilangan si dia, jk jelas2 hubunganmu sdh menyimpang, Allah yg akan gantikan dgn yg lebih baik. Bertobatlah.
  20. Yg berani tegas putuskan cintanya yg tlh menyimpang biasanya akan menghadapi dilemma bahkan ancaman dari si dia, jgn hiraukan tawakkal sj.
  21. Dimasa sendirian jaga kesucian diri krn Allah, perbnyk tobat & sibukkan diri dgn berbagai ketaatan, jgn ulangi lg cara yg salah cari jodoh.
  22. Jodoh idamanmu sdh Allah siapkan. “Lelaki yg baik utk perempuan yg baik, lelaki yg kotor utk perempuan yg kotor”.
  23. INGAT!, semua makhluk HARUS BERPASANGAN, hanya Allah saja yang boleh TUNGGAL.
  24. Kalau ada org baik Allah jodohkan dgn yg buruk, baik dgn sepengetahuannya sejak awal atau diketahui stlh menikah,
  25. Itu artinya Allah hendak menguji keimanan & kesabaran si hamba lwt pasangannya. Ada bnyk org besar yg hebat krn lulus ujian lwt pasangannya.
  26. Contoh; Asiah, beliau tahu kebejatan Firaun sjk sblm menikah namun beliau sabar dlm imannya, krn perjodohan beliau diluar kendali dirinya.
  27. Akibatnya; Allah siapkan utk Asiah istana di Surga bertetanggaan dgn Allah. Jgn tny brp berat ujiannya pny suami Firaun, krn sabar dlm iman,
  28. {إن الذين آمنوا وعملوا الصالحات لهم جنات تجري من تحتها الأنهار ذلك الفوز الكبير} [البروج:11]
  29. QS. 85:11.” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar.”
  30. Asiah ditaqdirkan tdk pny anak dari Fir’aun tp membesarkan 2 org hebat (Musa as dan Masyithah) di Istana kebejatan.
  31. Contoh jg; 2 lelaki saleh (Nabi Nuh & Luth) Allah jodohkan dgn perempuan tdk salehah, ke2nya sabar dlm iman pd taqdir Allah, jd org hebat.
  32. Btp dhsyatnya pengaruh Isteri thd anak, walau ayahnya Nabi tp Kan’an anak Nuh as jd anak durhaka,
  33. Walau Asiah bersuamikan Fir’aun tinggal diistana kebejatan, tapi dpt membina Masyithah dan Musa jd org hebat.
  34. Jodoh idaman tak selalu sesuai dgn keinginan kita, sebaliknya diri kitalah yg hrs jadi pilihan para pencari pasangan. Pantaskan diri dulu!!.

 

Negeri Tanpa Ayah – Membedah Fenomena Lapar Ayah di Indonesia


Negeri Tanpa Ayah

Ar-Rahman Pre Wedding Academy (APWA)

hadir di Islamic Book Fair (IBF) 2014 mempersembahkan:

“Negeri Tanpa Ayah”

Membedah Fenomena Lapar Ayah di Indonesia

bersama
Ayah Irwan Rinaldi

Praktisi Fathering Skill & Founder Ayah untuk Semua

Jum’at, 7 Maret 2014
19.00 – 21.00

Panggung Selasar, Lt.2
Istora Senayan,Gelora Bung Karno

Jangan Lupa berkunjung ke Stand APWA di A230, Lt.2
Hanya pada Jumat, 7 Maret 2014

Info lebih lanjut:
Website                         : APWAnikah.com
follow us on twitter : @APWAnikah
like us on facebook : fb.com/pranikahislami

Seminar Pra Nikah Islami Sucikan Cinta, Bahagia BersamaNya


Poster SPNI 2014

بِسْــــمِ ﷲِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم

Assalamu’alaykum Wr. Wb…

Sahabat APWA,

Kali ini APWA menyapa Kota Depok dengan mempersembahkan sebuah Event Istimewa tahunan APWA.

Seminar Pra Nikah Islami 2014

Sucikan Cinta, Bahagia BersamaNya

Cara dapatkan Jodoh idaman untuk membangun Keluarga Sakinah

Bersama

Ust. Bachtiar Nasir, Lc.

Ahad, 2 Maret 2014 | 08.00-12.00 WIB

Aula Budi Utomo – Hotel Bumi Wiyata (Lihat Peta dibawah atau klik link)
Jl. Margonda Raya,Depok

TIKET

  • Early Bird 50.000 pembayaran s/d 24 Februari
  • Normal    75.000 pembayaran s/d 1 Maret
  • On-The-Spot    100.000

PEMBAYARAN
Bank Syariah Mandiri 7050224591
a.n. Fajri Al Kautsar QQ APWA
Tambahkan 3-Digit akhir no.hp pribadi u/ mudahkan verifikasi

KONFIRMASI TRANSFER & REGISTRASI
SMS dengan format
Nama Lengkap | L/P | No. HP Pribadi | Nominal Trf | Tgl Transfer
ke 081315019136 (sms only)

Fasilitas : Snack Box & Materi Handout

PESERTA TERBATAS yaaa… buruan daftar….

Acara ini didukung oleh

Logo AQLICLogo YABIM - Sekolah MASTER IndonesiaLogo SAKURA

untuk info lebih lanjut silahkan ke:

Web        : APWAnikah.com
facebook : fb.com/pranikahislami
twitter      : @APWAnikah

Rute Angkutan Umum ke Hotel Bumi Wiyata (Lokasi Acara):

  • Dari Bogor naik kereta turun stasiun depok baru, lanjut naik angkot biru d11 atau 112 arah margonda raya ..turun di depan Hotel Bumi Wiyata .(Tidak perlu menyebrang )
  • Dari Depok Timur naikangkot 04 warna cokelat arah Margonda Raya turun di depan Hotel Bumi Wiyata (tidak perlu menyebrang)
  • Dari Jakarta bisa naik kereta turun Stasiun Depok Baru ,lanjut naik angkot biru D11 atau 112 arah Margonda Raya ..turun di depan Hotel Bumi Wiyata .(Tidak perlu menyebrang )
  • Dari Pasar Minggu naik angkot 04 warna cokelat arah Margonda Raya turun di seberang Hotel Bumi Wiyata (setelah turun dari angkot, nyebrang jalan ke depan hotel)
  • Dari Lebak Bulus bisa naik Bis Debora warna Ungu turun di seberang Hotel Bumi Wiyata(setelah turun dari bis, nyebrang jalan ke depan hotel)
  • Dari Blok M atau Kebayoran bisa naik Bis Kopaja warna hijau no 63 turun di hotel Bumi Wiyata(setelah turun dari bis, nyebrang jalan ke depan hotel)

Peta Lokasi Acara :

Lokasi Hotel Bumi Wiyata

Lokasi Hotel Bumi Wiyata

Don’t Worry to Marry #MajelisMalamAhad 8-2-2014


Alhamdulillah, kemarin saya diberi kesempatan untuk hadir di Kajain Malam Ahad di AQL, tebet. Pengisinya adalah ustadz Ismedias, alhamdulillah materinya sangat bagus.
Terlebih lagi, ternyata yang dateng ke kajian juga beberapa teman-teman kampus juga. Jadi berasa reunian. Hehe…

MMA with ust.Ismeidas

 

Nikah itu adalah awal dari suatu peradaban. Nikah pada dasarnya adalah pembentukan generasi yang seharusnya tangguh. Jangan sampai kita meninggalkan generasi yang lemah setelah kita. Maka dari itulah pernikahan harus dipersiapkan sematang mungkin.

Menikah layaknya seperti naik gunung, kau temui ia begitu indah. Kau lihat dari lukisannya saja begitu indah. Apalagi seperti gunung Wijaya di Papua, yang dikenal karena keindahannya dan satu-satunya gunung di Indonesia yang memiliki salju abadi.

“Gunung itu menjulang tinggi
Di kakinya kau dapati padang rumput yang berseri
Di tebingnya ada untaian indah pelangi
Hingga puncaknya adalah salju abadi
Kadang kau temui jalanan menanjak
Kadang kau harus berjalan merangkak
Tapi jangan putus asa hingga kita ke puncak
Hingga disana kita bisa tersenyum dan bersorak”

Pergi ke gunung begitu indah kelihatannya, begitu memuaskan bila sampai di puncak dan memandangi kesekelilingnya, namun jangan coba-coba naik gunung tanpa bekal, karena bukan keindahan yang akan di dapat, namun kematian yang akan menanti.

Begitupun pernikahan, hanya yang kuat hati nyalah yang akan sampai pada ujung indahnya. Mencicipi mawadahnya, merasakan indahnya berjuang di jalannya, hingga akhirnya bertemu kembali di surga. Aamiin.

Kesiapan pernikahan utama bukanlah uang, karena layaknya pergi ke gunung, bukan uang yang dibutuhkan, namun akomodasi, perlengkapan yang memadai, fisik yang kuat, dan pengetahuan yang mumpuni.

“Jika kalian mampu wahai sahabat, maka menikahlah.”

Dalam pra pernikahan, yang biasa memulai adalah laki-laki. Janganlah menunggu mapan untuk menikah, karena rezeki adalah Allah yang memberi, bukan kita yang menghasilkan. Syarat untuk menikah adalah berakal, sudah baligh, dan dapat membedakan mana yang haq dan mana yang batil. Karena jika selain itu pertimbangannya, maka tidak akan dimulai prosesnya.
Jika sudah berniat untuk memulai, maka luruskan niat kebaikan hanya untuk Allah. Alkisah, seorang lelaki sudah cukup baginya usia untuk menikah, alhamdulillah beliau sudah hapal 15 juz Al-Qur’an. Namun apa mau dikata, sang lelaki ini terkenal buruk rupa. Sudah ditolak berkali-kali oleh akhwat yang beliau propose.Ia sempat putus asa akan jodoh baginya. Hingga suatu saat ia mengadu ke ustadznya akan hal ini. Sang ustadz berkata padanya, “wahai Fulan, mulai sekarang ubahlah pandanganmu, yang awalnya untuk mengajak muslimah untuk menikah dan menjadi istrimu, ubahlah menjadi membahagiakan muslimah tersebut.” Apa maksudnya dibalik itu? Setidaknya, meski ditolak, dia tidak akan sakit hati, karena pandangannya sekarang adalah membuat muslimah bahagia bahwa masih ada seseorang yang datang dan melamarnya. Demikian.

Dear Akhwat,
begitu tinggi anganmu untk menjadikan calon imammu nanti pasangan di surga. Padahal yang sebenarnya sedang kau cari hanyalah pangeran di dunia. Boleh jadi mereka yang datang sebelum waktu-waktu itu adalah calon imam yang mampu mengantarkanmu ke surga.

Mari saya ceritakan tentang sosok yang kau akan takjub, ikhwah fillah. Cerita tentang Ummu Sulaim.
Ummu Sulaim awalnya memiiliki suami bernama Malik bin An-Nadhar. Semenjak islam datang, Ummu Sulaim mengazamkan dirinya untuk memilih islam sebagai jalan hidupnya. Namun sayangnya, keislamannya tidak disertai dengan keislaman sang suami, sehingga suaminya meninggalkannya ke Syam dan meninggal di perjalanan kesana. Mulai saat itu Ummu Sulaim menjanda dan menjadi orang tua tunggal bagi anaknya semata wayang.
Ketika bertemu dengan Rasulullah, Ummu Sulaim menghadiahkan anak satu-satunya itu untuk diasuh sebagai pendamping Rasulullah, dan Rasul menjadikannya sebagai sahabat termuda yang sangat disayang. Dia adalah Anis bin Malik, sahabat yang kau jumpai banyak kisahnya.
“Wahai Rasulullah, ini Unais (nama kecil Anas). Aku mendatangi engkau agar dia mengabdi kepada engkau. Maka berdoalah kepada Allah bagi dirinya” Maka, baginda bersabda, “Ya Allah, perbanyakkanlah harta dan anaknya” (Dala’ilun-Nubuwwah, 6/194-195).

“Belum sempurna iman seorang diantara kalian hingga aku lebih dicintai daripada dirinya, anaknya, keluarganya, dan semua manusia” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Sejak saat itu Anas bin Malik mendapat pengasuhan penuh di rumah Rasulullah SAW, yang mulai mengantarkannya kepada kedudukan mulia di kalangan sahabat nabi dan menjadi penghafal banyak hadist Rasulullah.
Cerita lain tentang Ummu Sulaim r.a. Selang waktu berjalan sepeninggal suaminya, Ummu Sulaim didatangi oleh Abu Talhah Al Anshori yang datang untuk meminangnya. Abu Talhah adalah tokoh terpandang dan dikenal akan kedudukan dan keberaniannya pada waktu itu. Sayangnya, saat itu Abu Talhah masih musyrik dan belum masuk islam. Lalu apakah yang dikatakan Ummu Sulaim kepada orang yang datang melamarnya tersebut?
“Wahai Abu Talhah, apakah kau engkau tahu Tuhan yang kau sembah itu terbuat dari kayu?” tanya Ummu Sulaim kepada Abu Talhah.
“Ya”, jawab singkat Abu Talhah.
“Tidakkah engkau malu menyembah kayu?” hingga Ummu Sulaim melanjutkan perkataannya, “Jika engkau masuk islam, maka aku bersedia untuk menikah denganmu. Aku tidak mengharapkan mahar selain islam.”
Sahabat, mari kita memperbaiki diri untuk Allah. Memurnikan kecintaan kita hanya untuknya. Berjuang di jalan dakwahnya bersama pasangan kita di dunia yang dapat mengantarkan kita ke surga-Nya.
***

Dear akhwat,
jodoh itu adalah ikhtiar, dan ikhtiar itu tidak hanya menunggu.
engkau selalu menunggu pangeranmu di balik bilikmu sambil malu-malu,
padahal boleh jadi calon-calon pangeran surgamu telah banyak melirikmu,
terbelalak dirimu ketika usia telah memakanmu,
dan masih bertanya dimanakah jodohmu disetiap ujung kegalauanmu,

Ada sebuah kisah nyata yang diceritakan Ustadz Ismeidas kemarin. Alkisah seorang lelaki, sebut saja Fulan. Si Fulan ini adalah seorang yang lurus dan baik agamanya. Selalu terjaga pandangannya dari apa-apa yang diharamkan oleh agama. Suatu hari ia berpapasan dengan seorang akhwat di tangga di sebuah lembaga yang ia ada di dalamnya. Terpesona ia dengan eloknya akhwat itu, seraya ditundukkan wajahnya dan beristighfar ia. Setelah momen itu, entah kenapa semakin sering ia temui ia berpapasan dengan akhwat itu di dalam lembaga itu. Tiap kali bertemu, senantiasa istighfar yang ia ucapkan, dan senantiasa ditundukkan matanya.
Merasa tidak cukup kuat dalam menjaga dirinya, ia pun keluar dari lembaga itu agar tidak berpapasan lagi dengan sang akhwat.
Hingga suatu ketika, telah datang baginya waktu dimana ia siap untuk menikah. Dia sampaikan ke ustadznya, dan ustadznya memberikan beberapa CV akhwat yang ia akhirnya pilih salah satu untuk kemudian di follow up. Ketika sudah dipilih olehnya, tidak ada rasa sayang atas apa yang telah dipilihnya. Akhirnya, atas izin ustadznya, si Fulan ini meminta foto akhwat tersebut untuk ia selalu bawa kemanapun. Ia simak baik-baik dikala waktu senggangnya. Agar timbul rasa cinta pada akhwat yang telah dipilihnya. HIngga lambat laun timbul rasa suka pada akhwat yang fotonya ia genggam kemana-mana itu.
Suatu ketika, si Fulan ini sedang tafakur alam bersama sahabat-sahabatnya. Kebetulan masih ada sinyal dimana ia berpijak saat itu. Tiba-tiba ada telpon dari ponselnya, dan ketika diangkat, itu adalah dari istri ustadznya yang memberikan CV akhwat kepadanya. Istri ustadznya tersebut mengatakan pada si Fulan bahwa akhwat tersebut menolak si Fulan.
Seketika itu hancur hati Fulan. Di kaki gunung itu ia kuburkan perasaannya bersamaan dia kuburkan foto yang digenggamnya. Si Fulan orang baik, tak ada hal yang membuat ia layak ditolak, namun apa daya ia ditolak oleh akhwat yang ia harus berusaha untuk mencintainya. Karena itu yang dipilihnya.
Sepanjang jalan ia obati luka hatinya, hingga ia kembali ke ustadznya dan ustadznya memberikan lagi dua CV akhwat. Si Fulan cukup hati-hati, hingga dia berkata pada ustadznya, “Ustadz, adakah satu akhwat lagi yang bisa kau berikan sebagai pilihan untukku?” mungkin Fulan ingin memantapkan hatinya terhadap apa yang ditawarkan sang ustadz. Wallahu a’lam.
Sang ustadz kembali dengan membawa satu CV lagi, dan ketika disimak, itulah akhwat yang dulunya ia hindari. Subhanallah. Wallahu a’lam bisshowab.

“Ingatlah kawan, bahwa kita tak mempu mengubah angin, tapi kita bisa mainkan layarnya.
Kita tak mampu mengalihkan arah arus air, namun kita dapat memainkan kemudinya.
Ingatlah, yang mnurunkan sakinah adalah Allah
Katakanlah,
Ana brsama antum karenyaNya, jika tidak ada Nya, maka tidak ada cinta itu.
Karena niat karena Allah,tidak akan pernah kalah.”

Masih dalam konteks yang sama, Ustadz Ismeidas memberikan tausiyah tentang impian keluarga sakinah. Tidak lain tidak bukan, yang dijadikan contoh tauladan adalah keluarga Rasulullah SAW.

1.Rasulullah adalah Pecinta Sejati
Rasulullah tidak memanggil istrinya, melainkan dengan panggilan sayang. Rasul memanggil “Yaa Humairok” kepada Aisyah—istriku, yang pipinya kemerah-merahan. Kadang ia panggil, “Yaa Ais” dimana itu adalah panggilan manja Rasul kepada Aisyah. Rasul bahkan bermain kejar-kejaran dengan Aisyah r.a. Dan saat makan, Rasul meminta makanan yang ada di tangan Aisyah dan memakannya dari bekas gigitan Aisyah, bukan dari piringnya. Rasul juga tak pernah keluar rumah saat Aisyah marah. Ketika Aisyah marah, dipencet hidung aisyah pelan-pelan, hingga marahnya mereda berganti senyum yang merekah. Pernah suatu waktu Rasul tidur di luar, dan didapati ditanyakan kepada Rasul keesokan harinya, mengapa Rasul tidak membangunkannya saat ia datang malam hari. Ternyata Rasul tidak ingin mengganggu waktu tidur istrinya itu. Bahkan, suatu waktu, Rasul dan sahabat sedang dalam perjalanan di gurun, anting yang kata Rasul adalah kesukaan dari Aisyah jatuh. Padahal itu bukan anting yang mahal. Namun Rasul turun dan mencarinya. Hingga sahabat pun turun dan ikut mencari hingga menemukan anting itu. Subhanallah.

2.Suami Terbaik
Ustadz Ismeidas berkata, jika ada suatu pertengkaran keluarga, yang patut disalahkan adalah suaminya. Mengapa demikian? Karena jika istri yang bawel, itu wajar. Jika hingga berantem, maka suami yang gagal mengendalikan dirinya. Menjadi lelaki tidak boleh ikutan bawel kata Ustadz, cukup nasehatin sesuai dengan Qur’an dan Sunnah, jika belum cukup, maka pisah ranjang, jika belum cukup, bisa dengan talak, itupun membutuhkan proses yang tidak serta merta. Rasul pun, jika Aisyah sedang marah, Rasul akan diam hingga Aisyah marahnya mereda. Begitupun Umar, singa padang pasir, pemimpin di banyak peperangan. Satu-satu nya manusia yang apabila setan melihatnya, maka setan akan berputar mencari jalan yang lain untuk menghindarinya, pun hanya diam ketika istrinya marah. Ketika ditanyakan mengapa, Umar menjawab, “Dia sudah memasak untukku, dia juga yang membesarkan anak-anakku, lalu mengapa aku tidak mendengarkannya?”

3.Menikah Bukan Sekedar Mencari Temen Bobo
Visi menikah adalah untuk bahagia dunia akhirat. Tidak hanya merasakan indahnya cinta di dunia, namun juga bagaimana meluruskan niat untuk cinta pada-Nya dan menjalani hidup dengan ridho-Nya, sehingga dapat berkumpul kembali di surga-Nya.
mungkin banyak sekarang beredar pemahaman tentang “Cinta tapi beda”, dimana cinta sesama makhluk diletakkan diatas cinta diatas Tuhannya. Cinta dunia yang akan didapatkannya, namun hanya kehinaan di neraka yang mereka dapat setelahnya.

4.Menikah itu Direncanakan dan Disiapkan
Apapun yang kita punyai sekarang, insyaAllah cukup, asal serius ditujukan untuk memenuhi setengah dien kita. Siapkan bekal, kawan! Jika kita ke gunung saja membutuhkan bekal yang kita bawa bersama carrier kita, kita pun harusnya mempersiapkan bekal lebih untuk jalan kita ke surga nantinya.

5.Memilih Satu Bunga, Bukan Sekedar Penantian
Ada suatu kisah seorang guru di sebuah taman kanak-kanak. Guru tersebut menyuruh murid-muridnya yang masih kecil untuk mengambil satu bunga di taman untuk diberikan kepada sang guru. Guru tersebut memberi waktu 5 menit untuk mereka. Bergegaslah anak-anak ini ke taman dan dipetiknya satu bunga lalu ia bawa ke kelas seperti perintah gurunya.
Lalu, sang guru berkata, “Anak-anak, ambillah lagi satu bunga, namun yang ini adalah bunga paling indah yang kalian temui di taman. Ambillah satu lalu bawa ke kelas”. Akhirnya anak-anak itu kembali ke taman mereka, dan apa yang terjadi? Banyak bunga-bunga berguguran, kawan. Seorang anak memetik salah satu bunga, berjalan ia satu langkah, ditemuinya bunga yang kelopaknya lebih menawan, ia petik lagi, berjalan ia beberapa langkah lagi, ditemuinya bunga yang lebih indah warnanya, ia buang lagi apa yang digenggamnya, ia petik lagi, dan tak pernah selesai hingga waktunya habis.
Sahabat, ini mengingatkan kita, bahwa memilih jodoh adalah memilih satu, dan pegang erat-erat.
Itulah mengapa, bagi seorang akhwat, jangan sekali-kali menceritakan bagimana elokn teman akhwatnya kepada suaminya. Karena suami akan membandingkan dan bisa timbul rasa sesal dalam hati bila sahabat yang kau ceritakan lebih elok daripadamu.

6.Karena Cinta tak Butuh Banyak Alasan
Kembali penulis sampaikan kisah. Ada seorang gadis yang disukai oleh seorang lelaki. Gadis itu bertanya kepada sang lelaki, “Apa alasanmu mencintaiku.” Lelaki itu bingung menjawabnya, dan sang gadis tidak mau menerima lelaki yang tidak mengemukakan alasan untuk mencintainya. “Baiklah, aku mencintaimu karena senyummu yang manis, aku mencintaimu karena matamu yang lentik, aku mencintaimu karena perilakumu yang manja” Sang gadis pun tersipu malu dan akhirnya memutuskan untuk menerima sang lelaki itu.
Suatu waktu, sebelum mereka menikah, sang gadis ini mengalami musibah yang tidak disangka-sangka. Dia mengalami kecelakaan hingga membuatnya terbaring di kasur rumah sakit.
Sang lelaki datang menghampirinya dan duduk tepat disampingnya,
“Wahai calon istriku, engkau dulu bertanya mengapa aku mencintaimu. Aku berkata padamu bahwa aku tertarik dengan senyummu yang manis, namun sekarang senyummu tak lagi manis. Aku berkata padamu bahwa aku mencintaimu karena matamu yang lentik, sekarang matamu bahkan sulit untuk terbuka walau setitik. Aku berkata padamu bahwa aku mencintaimu karena perilakumu yang manja, sekarang engkau hanya terbaring disini tak berdaya. Kini kutahu bahwa aku mencintaimu bukan karena alasan-alasan itu. Dan aku akan tetap disini menemanimu, wahai kekasihku.”
Kawan, namun ingatlah, ada suatu alasan yang lebih hebat dan surga menjadi balasannya.
Seorang sahabat pernah mengingatkanku bahwa “Cinta akan menghilang bersamaan dengan menghilangnya sebab. Maka dari itu, carilah sebab yang abadi, yang tak lekang oleh waktu. Itu adalah Allah. Sebabkan cinta karena cintamu kepada-Nya. InsyaAllah cinta itu akan abadi di dunia dan akhirat.”

7.Pernikahan tak Seindah yang Diimpikan
Kita tahu cerita tentang Asiyah, istri Firaun. Pernikahan yang dijalaninya tidak membuahkan sakinah. Namun Allah memuliakan Asiyah, meski ia bersuamikan Firaun.
“Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir’aun, ketika dia berkata, ‘Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim’”
Cintanya kepada Allah mengalahkan segalanya. Mengalahkan cintanya pada kekuasaan yang dimiliki oleh suaminya yang zalim.

Demikian intisari dari tausiyah “Don’t worry to Marry” yang disampaikan oleh Ustadz Ismedias. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari setiap kisah yang diceritakan beliau.
Mari sahabat, kita berlomba-lomba memperbaiki diri, karena sesungguhnya yang terbaik dari antara kita adalah yang terus belajar dari kesalahan masa lalu.
Semoga jodoh kita dapat mengantarkan kita ke surga-Nya. Dan mari kita luruskan niat dan pasrahkan bahwa mencinta karena hanya untukNya.
Wallahu a’lam bisshowab.

-srf-

Link artikel : http://saungkertas.com/wp/2014/02/dont-worry-to-marry/
Nama penulis : Syarif Hidayatullah
Twitter : @saungkertas
Blog : http://saungkertas.com

Artikel ini adalah hasil resensi dari event Majelis Malam Ahad – “Don’t Worry to Marry”

Majelis Malam Ahad – Don’t Worry to Marry


Dont Worry To Marry

Majelis Malam Ahad
AlhamduliLLAH Hadir kembali
Sabtu, 8 Februari 2014

Setiap insan di dunia ALLAH ciptakan untuk berpasang-pasangan, dan setiap insan pula pasti mendambakan sebuah pernikahan, menjalankan sunnah RasuluLLAH SAW untuk menyempurnakan separuh agamanya.O:)

Tapiii..,masih banyak mereka yg mengalami keraguan, ketakutan dan pertanyaan yg berkecamuk dlm jiwa..

“Setelah menikah nanti, apakah saya bakal mampu menafkahi istri dengan kondisi ekonomi saya sekarang ini yang masih belum punya pekerjaan tetap?”
“Belum lagi kalo nanti sudah punya anak, semakin bertambah pula beban kebutuhan yang harus dipenuhi”.#:-s

Ada lagi yg seperti ini..

“Nanti kalau salah pilih sosok suami/istri gimana??”:&
“Bentar dulu deeh..Banyak orang yg sudah menikah tapi berujung pada perceraian..”:(

Masalah ekonomi, belum punya kerjaan tetap, pengangguran, takut salah pilih, trauma dg pengalaman org lain yg gagal dlm pernikahan dan lain sebagainya, memang selalu menjadi momok yang mengerikan yang terkadang membuat orang takut dengan yang namanya Menikah.

Kali ini Majelis Malam Ahad, akan mencoba menepis kehawatiran dan kegalauan menuju pernikahanmu, dengan tema :

“Don’t Worry to Marry”

Oleh                    : Ust.Ismeidas Makfiansah,Lc
Hari/Tanggal : Sabtu, 8 Februari 2014
Waktu                 : 19.30-21.30 WIB (Diawali sholat Isya’ berjama’ah)
Tempat               : AQL Islamic Center, Jl.Tebet Utara 1 No.40, JakSel (Belakang SMPN 115, SPBU Shell & Soto Gebraak)

Ikuti Kajiannya..temukan solusinya

Terbuka Untuk Umum..Free \=D/
jadii..Silahkan ajak semua teman, sahabat serta saudara, dan silahkan sebarkan info ini sebanyak2nya.

Info: ikhwan +6281318986459, akhwat +6281315019136

supported by : @AQLislamiCenter

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,941 other followers