Resume MMA – Lelaki Idaman dalam Al-Qur’an


Skenario Allah jauuh lebih indah!
Ust Muhammad Fatih Karim di awal kajian bercerita tentang suatu cerita nyata di Kajian Malam Ahad Ar-Rahman Pre Wedding Academy sabtu lalu, 13 September 2014.
Beliau bercerita tentang seseorang pemuda yang sedang bersiap-siap untuk melangsungkan pernikahannya. Saat itu segalanya sudah disiap-siapkan. Gedung sudah dibayar setengahnya, undangan sudah mulai disebarkan, tinggal catering dan beberapa hal kecil yang belum dibayarkan. Ternyata menjelang acara pernikahan yang sudah dekat—batal.
Ternyata hal itu disebabkan satu malam saat sang Ikhwan berkunjung ke rumah sang akhwat. Di saat itulah sang akhwat mengakui sesuatu hal.
“Malam ini mau ngobrolin apa lagi buat persiapan?” tanya sang ikhwan. Sementara ayah akhwat tersebut berada di ruang tamu, dan ibundanya berada di dekat ruang makan.
“Malam ini mau cerita aja.” Kata sang akhwat tersebut berkaca-kaca matanya.
“Oh, silakan cerita saja.” Sang Ikhwan mempersilakan sang Akhwat memulai bercerita. Namun sang akhwat sepertinya sedang menahan tangis.
Ternyata akhwat tersebut mulai bercerita bahwa ayahnya itu muslim, sedangkan ibunya non muslim. Menurut sang Ikhwan, gak problem seharusnya. Karena laki-laki muslim dnegan wanita non muslim itu boleh dalam banyak hadist. Namun apa masalahnya? Masalahnya adalah ayah dan ibunya menikah di tempat peribadatan ibunya yang non muslim tersebut. Nah.
Untung disampaikan. Coba jika tidak?
Masalah terjadi ketika ayah akhwat tersebut bersikeras menjadi wali nanti ketika si anak menikah. Dan ketika di cek di fiqih manapun oleh sang ikhwan, ternyata hal tersebut menjadikan tidak sah pernikahannya nanti. Karena pernikahan ayahnya tidak sah (menikah tidak menggunakan cara islam dan dianggap pernikahannya tidak sah secara islam), maka ayahnya tidak boleh menjadi wali. Jika dipaksakan menjadi wali, maka pernikahan si ikhwan dan akhwat tersebut menjadi tidak sah. Jadi terpaksa harus menggunakan wali hakim agar pernikahan tetap sah. Namun sang ayah si akhwat tidak terima. Sang ayah mendengar pembicaraan sang akhwat dan ikhwan tersebut dan memanggil ke ruang tengah.
Sang anak kemudian bercerita kepada ayahnya dengan menangis tersedu-sedu.
“Pak, mohon maaf. Saya tidak tahu ceritanya seperti ini. jika tahu pernikahan bapak seperti ini sebelumnya, mungkin saya tidak sejauh ini.” jelas sang ikhwan.
“Lho, emang kenapa?” sang ayah masih kebingungan. “Dia kan anak saya.”
“Problemnya apa?” sang ayah masih mencari apa yang salah.
“Problemnya, ketika bapak nikah itu, akadnya akad islam, maka sah nikahnya. Karena laki-laki muslim dengan wanita non muslim, sah pernikahannya.”
“Maksud kamu apa? Jadi kamu gak terima?” sang bapak sudah naik pitam.
“Bukan tidak terima, Pak. namun sudah begini kondisinya. Saya kalau begitu … mundur saja.” Kata sang Ikhwan dengan halus. Sangat halus.
Sang akhwat menangis lebih tersedu lagi. Bapaknya membanting tangannya ke meja keras-keras.
“Mulai sekarang, kalau kamu gak terima, keluar!” teriak sang Bapak. Anaknya masuk kamar.
Sedangkan sang ikhwan tenang saja. Beliau sudah percaya bahwa ini semua sudah ada yang ngatur. Entah mengapa jadi begini ceritanya.
“Baik, Pak. Namun saya ada dua pilihan. Yang pertama, tetap nikah namun ada wali hakim, atau tidak sama sekali.” Kata Sang Ikhwan.
“Saya memilih tidak sama sekali.” Kata sang ayah dengan tegas. “Saya orang tuanya. Saya merasa sakit jika bukan saya yang menjadi walinya.”
Namun sayangnya ini bukan masalah sakit menyakiti. Ini masalah hukum fiqih yang wajib dijalani. Jika dipaksakan, maka tidak sah, maka hasil anak nanti juga tidak sah. Hinga seterusnya. Hingga seterusnya.
Sebelum hal ini, sebetulnya ibu sang Ikhwan tidak setuju dengan keputusan sang anak untuk menikahi putri dari keluarga yang beda agama. Waktu itu sang ikhwan merasa angkuh dan merasa bahwa mudah untuk membawa keluarga dari pihak perempuan ke dalam islam. Namun tidak semudah itu. Hati manusia adalah Allah yang memiliki.
Allah mengijabah doa, tidak selalu yang diminta—namun bisa jadi yang lebih baik.
Setelah kejadian itu, dua minggu kemudian—sang ikhwan diperkenalkan dengan salah satu akhwat yang menarik hatinya. Sang ikhwan ini suatu waktu lalu menelpon sang akhwat.
Tanpa berpanjang kalam, sang ikhwan bertanya kepada sang akhwat, “Ukhti, sudah ada yang mengkhitbah belum?”
“Kok tiba-tiba gini tanyanya?” tanya sang akhwat kaget mendengar sang ikhwan frontal tanpa basa-basi. Sang akhwat kemudian menjawab, “Belum.”
“Mau nggak antum jadi istri saya?” tanya sang ikhwan tanpa berbasa basi.
Hingga hening cukup lama, sang ikhwan kembali meminta agar diberikan jawaban 1×24 jam kedepan.
Besoknya. Sebelum wakt 24 jam itu habis, sang akhwat menelpon sang ikhwan kembali dan menyatakan kesediaannya. Kemudian sang akhwat mengundang ikhwan tersebut untuk ke rumahnya dan menemui ayahnya. Allahu akbar!
Sang ikhwan hadir di rumahnya dan menemui hal yang jauh berbeda dengan proses yang sebelumnya ia temui.
Di ruang tamu sudah hadir ayahnya, ibunya, dan sang akhwat itu sendiri. Setelah berbasa-basi, sang ikhwan mengakhiri dengan statement yang dia ucapkan,
“Kedatangan saya kesini untuk melamar anak bapak untuk menjadi istri saya.”
Mendengar hal itu, bapaknya diam cukup lama, hingga akhirnya bapaknya berkata, “Sebentar.”
Beliau langsung bergetas ke dapur dengan segera. Sang ikhwan langsung ngerasa jantungan melihat tingkah bapak sang akhwat yang langsung ke dapur. Di benaknya tersirat bencana apa lagi yang akan dia temui.
Sang ikhwan berpikir bahawa bapak sang akhwat ke dapur mau ambil golok. Sang ikhwan agak cemas juga. Ternyata … sang bapak keluar dengan membawa kalender.
“Mau tanggal berapa?” Bapak akhwat tersebut sambil memegang kalender.
Sang Ikhwan juga shock juga sebelumnya. Tapi akhirnya dia menjawab, “Saya pengennya syawal.”
“Kenapa?” tanya bapaknya penasaran.
“Karena Rasul menyunahakan kita menikah di bulan syawal. Aisyah menikah di bulan syawal, dan Aisyah menikahkan wanita muslimah lain juga di bulan syawal.”
“Tanggal berapa?”
“Tanggal 13.”
“Kenapa?” bapak sang akhwat bertanya kembali.
“ya pengen aja tanggal segitu.”
“Kayaknya kelamaan deh.” Kata sang calon mertua.
“tanggal 11 aja, keburu kakak-kakak yang lain balik kampung.”
MasyaAllah.

Sang ikhwan lalu bilang kepada calon mertuanya, “Namun saya hanya punya uang pegangan 20 juta.”
Sang bapak menimpali, “Sudahlah. 10 juta ambil lagi buat kamu. 10 juta lagi biar bapak yang subsidi.”
Keluarga sang akhwat menyanggupi. MasyaaAllah.
Namun sayangnya, uang 20 juta tadi sebenarnya tidak ada. Uang 20 juta tadi hanyalah jaminan arisan dari yang diberikan oleh sepupunya kepada sang ikhwan. Dengan dalih, sang ikhwan dapat sewaktu –waktu mengambil uang ketika akan menikah.
Disinilah ujian kembali terjadi. Ketika mendekati pernikahan, sang ikhwan tidak dapat mengambil uangnya dari janji sepupunya tersebut. Padahal waktu tinggal sedikit lagi.
Suatu ketika sang ikhwan mengisi ceramah. Salah satu jamaahnya adalah petinggi dari suatu perusahaan telekomunikasi di Malaysia. Beliau seusai ceramah mendatangi sang ikhwan dan bertanya kabar. Karena beliau melihat sang ikhwan ini ceramah tidak seperti biasanya. Sang ikhwan pun menjelaskan sebab perkaranya tentang masalah finansial yang ia alami.
Jamaah tadi menyuruh sang ikhwan untuk datang ke kantornya esok hari. Ketika sampai di kantor, ia disodorkan cek dan disuruh untuk menulis angka berapapun yang ia inginkan. Subhanallah.
Singkat cerita sang ikhwan menuliskan angka delapan ribu ringgit sahaja.
“Pak, lalu akadnya ini apa?” sang ikhwan bertanya. Apakah ini pinjaman atau bagaimana.
“Ini hibah dari saya untuk pernikahan antum.” Kata beliau. Allahu akbar.
Akhirnya pernikahan terlaksana dengan izin Allah dan sang akhwat menjadi istri sang ikhwan hingga hari ini cerita ini dituliskan. Sang ikhwan itu sendiri tidak lain adalah Ustadz Fatih Karim sendiri.

Tentang Ikhwan
Laki-laki itu adalah qowwam. Qowwam adalah leader. Yang bisa memimpin. Berarti ia harus mempunyai pemahaman tentang islam. Lalu bagaimana ia mejadi imam. Karena ia bertanggung jawab terhadap ibunya, istrinya, adik perempuannya, dan anak perempuannya. Karena itulah laki-laki disebut sebagai  tulang pungung.
“Ada dosa yang tidak bisa dihapus oleh sholat, shaum, haji tidak bisa menghapusnya.”
“lantas apa yang dapat menghapusnya Ya  Rasulullah?”
“Bekerja. Mencari nafkah yang halal.”
Hadist ini untuk para laki-laki.

Adapun kriteria laki-laki ideal ada tiga, yaitu.
Quwwatul Jasadiyah
Quwwatul Fikriyah
Quwwatul Ruhiyah

Quwwatul Jasadiyah
Ikhwan itu harus kuat. Karena mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Bahkan di masa Umar bin Khatab, Umar menepuk perut orang yang gendut dan berkata, “Malas.” Menandakan bahwa seorang ikhwan tidak pantas berperut buncit dan bermalas-malasan.
Adapun beberapa tips yang Ustadz sampaikan kepada para ikhwan:
Rutinkan shalat tahajjud.
Rutinkan olah raga
Tidak tidur setelah shubuh

Quwwatul Fikriyah
Seorang lelaki wajib untuk memiliki pengetahuan lebih tentang agama. Tidak hanya ibadah-ibadah wajib dan doa saja. Tetapi juga pakar tsaqofah islamiyah. Perlu baginya membaca kitab-kitab seperti kitab Ibnu Katsir untuk membangun aqliyah islamiyah—cara berpikir islam dan pemikirannya terbina.
Harus ngaji! Tentang ilmu-ilmu islam, tentang fiqih, tahsin, dan sebagainya. Makanya sahabat dahulu begitu cerdas. Pernah dikisahkan ketika Umar berangkat meninggalkan Rasulullah, lantas Ali bin Abi Thalib datang dan Rasulullah menyampaikan kepada Ali tentang Surah At-Taubah dan meminta Ali untuk menyampaikan kepada sahabat lainnya. Bayangkan. Betapa cerdas Ali hingga apa yang disampaikan oleh Rasul langsung terinstal di kepalanya dan langsung dapat disampaikan kepada yang lain.
Itulah mengapa ulama terdahulu sangat sangat menjaga otaknya dari hal-hal yang bisa merusaknya. Itulah mengapa para hafidz quran hafalannya sangat lancar. Otaknya pun sangat jernih dan perilakunya sangat dijaga supaya hafalannya tidak lepas. Bahkan Imam Syafi’i dalam usia 7 tahun sudah mampu menghapal 30 juz. Pada saat diuji oleh gurunya tentang kitabnya jilid satu, tetiba hilang semua hapalan Imam Syafi’i saat itu dikarenakan ia tidak sengaja melihat betis wanita tersingkap. Itulah mengapa para hafidz sangat menjaga bagaimana ia menjaga pandangannya. Hafalan Quran lebih mudah lepas daripada unta dari ikatannya.

Quwwatul Ruhiyah
Cara melatih ruhiyah adalah dengan mengamalkan amalan-amalan sunnah secara rutin. Rutinkanlah puasa sunnah, sholat rawatib, tahajud, berdzikir, dan lain sebagainya. Ibnu Mas’ud bahkan diriwayatkan ketika beliau sholat, hingga burung pipit itu hinggap saking lama dan tenangnya beliau sholat.
Dengan seringnya mengamalkan sunnah, maka akan melembutkan hati kita. Hati kita akan menjadi sangat peka. Melihat orang yang memerlukan bantuan, kita tergerak untuk membantu. Melihat kemungkaran, hati kita tergerak untuk merubahnya.
Lelaki jika ruhiyahnya bagus, maka akan lebih lembut kepada istrinya. Tengoklah Rasulullah, yang bahkan sangat lembut kepada Aisyah bahkan ketika Aisyah sedang marah dan membanting piring karena cemburu.
Coba lihat fenomena sekarang, dimana banyak kekerasan rumah tangga terjadi karena suaminya tidak mengerti islam dalam dirinya. Tidak ada rasa kasih sayang dalam dirinya disebabkan karena ruhiyahnya. Itulah mengapa membina hubungan dengan Allah sangat penting. Jika hubungan dengan Allah sudah baik, maka hubungan dengan manusia pun, termasuk dengan istri pun akan semakin baik. Allah akan ridho pada kita.

Sehingga menjadi lelaki idaman, adalah dengan mengimplementasikan ketiga poin diatas. InsyaaAllah itu akan membuat kita menjadi insan yang terbaik.
Wallahu a’lam bisshowab

Intermezo Tentang Khitbah
Ustadz Fatih Karim menjelaskan tentang khitbah pada kami di akhir-akhir kajiannya.
Sebenarnya ta’aruf dulu atau khitbah dulu?
“Yang saya pahami, khitbah dulu baru boleh ta’aruf. Kenapa? Karena kamu boleh mengenal dia lebih dalam ketika dia calon istrimu.”
Khitbah sendiri ada dua pendapat.
Boleh khitbah kepada putrinya saja. Ayah/wali nya cukup mengetahui saja.
Khitbah itu kepada ayahnya/walinya saja. Putrinya cukup mengetahui saja.
Mana pendapat yang terkuat? Dua-dua nya kuat. Sedang Ustadz FatihKarim mengambil pendapat pertama. Khitbah itu kepada putrinya. Walinya cukup mengetahui saja.
Karena itu khitbah, bukan menikah. Jika menikah, memang harus ke wali nya.

Ketika sudah melamar, sudah ada tanggal pernikahan maka diperbolehkan hal-hal sebagai berikut:
Ketika sudah menjadi calon suami dan istri, diperbolehkan untuk saling mengingatkan perihal kebaikan. Seperti mengingatkan sholat dhuha, sholat istikharah, shaum sunnah, dan sebagainya.
Diperbolehkan menggunakan sapaan yang disukai.
Memberi hadiah.
SMS an dan teleponan sepanjang tidak berlebihan dan mengingatkan kebaikan.
Yang tidak boleh adalah berkhalwat. Karena #NoKhalwatBeforeAkad

Intermezo Menyegerakan Menikah
Jatuh cinta itu tidak dosa. Itu adalah fitrah. Namun yang dosa adalah memenuhi  fitrah dengan menginjak hukum fitrah itu sendiri. Pacaran itu bukan fitrah, yang fitrah adalah menikahlah.
“Jika jatuh cinta, maka menikahlah”
Rasul bersabda,
“Jika masuk masa-masa kamu siap menikah. Maka segeralah menikah.”
“Tergesa-gesa itu perbuatan setan. Kecuali tiga! Yang pertama adalah membayar hutang. Yang kedua menguburkan jenazah. Yang ketiga menikah.”

Resume by Syarif Hidayatullah (saungkertas.com)

[MMA] Video & Resensi #MisteriWanita oleh Ust. Felix Siauw


Wanita Dijajah Pria Sejak Dulu
Wanita dari jaman dahulu kala hingga sekarang dijadikan sebagai komoditas seksual dan dieksploitasi. Perempuan dijadiakan sebagai alat pemuas laki-laki.
Bahkan di perpolitikan orang Romawi jaman dahulu, jika mereka ingin naik jabatan, mereka akan tawarkan istri mereka kepada atasan mereka supaya mereka bisa naik jabatan.
Bangunan-bangunan kuno di eropa pun demikian, patung-patung yang berdiri kebanyakan adalah patung perempuan telanjang.
Tidak hanya di dunia barat, di dunia timur pun demikian. Di India, ada upacara ngaben yang dimana jika ada laki-laki kepala keluarga meninggal dunia, sedang istrinya masih hidup, maka istrinya harus ikut mati. Ngaben adalah upacara pembakaran mayat, sehingga sang istri harus masuk dan dibakar hidup-hidup dalam api tersebut bersamaan dengan jasad suaminya. Istri, dalam tradisi mereka adalah hak milik suami, mereka harus ikut suami kemanapun suami pergi, termasuk ketika suami itu mati—dia juga harus ikut mati.
Dahulu,seorang laki-laki yahudi didapati berdoa dengan doa yang sama setiap hari:
“Terimakasih Tuhan karena tidak menjadikan aku orang kafir, tidak menjadikan aku seorang wanita, atau tidak menjadikan aku seorang budak belian.”
Yang disana menggambarkan bahwa posisi wanita adalah rendah dan sama dengan budak belian dan kafir.
Di dalam agama kristen diajarkan, bahwa:
“Bukan Adam yang tertipu melainkan perempuan itulah yang tertipu dan jatuh ke dalam dosa.”
Menurut Ust Felix asbabun nuzul dari ayat tersebut adalah penyebab Adam dan Hawa turun ke dunia adalah karena kesalahan Hawa. Di surga dahulu kala ketika Adam dan Hawa diciptakan, ada dua pohon di surga yang dilarang. Pohon itu adalah Tree of Life and Tree of Knowledge. Diceritakan bahwa Hawa memakan Tree of Knowledge dan turun ke dunia.
Orang gereja selalu menyalahkan bahwa wanita adalah “The Container of Satan”. Perempuan adalah perangkapnya setan, kalau tidak ada perempuan, maka para lelaki tidak akan turun ke dunia. Setan tidak dapat langsung menggoda laki-laki, sehingga setan menggoda laki-laki melalui perantara perempuan.
Pada sejarah kelam kristen kuno, diceritakan bahwa wanita-wanita dahulu dibakar ketika ia ditentukan sebagai wanita yang dirasuki setan yang membawa wabah penyakit di wilayah tersebut. Sehingga, jika ada satu wabah menjalar di suatu wilayah tertentu, maka pihak geraja akan mencari wanita yang dijadikan terdakwa lalu dibakar hidup-hidup (api penyucian). Namun, pembakaran ini hanya terjadi kepada wanita—tidak ada laki-laki.
Selain itu, pihak gereja mengharamkan atas wanita anastesi . sedangkan anastesi ditemukan oleh orang muslim. Padahal anastesi mengurangi kegagalan dalam kelahiran anak. Mereka berdalih bahwa anastesi dianggap haram karena di alkitab mereka tertulis bahwa sakitnya perempuan ketika melahirkan adalah hukuman bagi Tuhan bagi mereka karena mereka makan buah yang terlarang itu.
Berbeda dengan islam, bahwa ketika seorang ibu akan melahirkan, maka malaikat-malaikat beristighfar. Setiap kali ada kontraksi oleh ibut tersebut, malaikat kembali beristighfar. Sehingga ketika melahirkan, bayinya lahir suci tanpa dosa, ibunya pun diampuni dosa-dosanya.
Dikarenakan ajaran yang diajarkan oleh pihak gereja yang merendahkan wanita, maka dari situ ada suatu gerakan pemberontakan yang dinamakan “feminisme”. Maka perempuan mengatakan bahwa ada bias gender dan mereka tidak pernah mendapati mereka menempati posisi tertinggi dalam agama mereka, tidak boleh menyebarkan agama dan menjadi imam, kecuali hanya menjadi pembantu-pembantu saja.
Begitupun dengan sekulerisme—sebuah paham yang mendewakan materi dan kenikmatan badaniyah. Gara-gara sekulerisme ini, semua hal dititik beratkan pada materi.

Wanita Zaman Sekarang
Dulu wanita dihinakan dan dieksploitasi, sekarang berbeda namun dengan nilai yang sama bahkan lebih buruk. Wanita hari ini mengerti betul bagaimana mereka menjual dirinya sendiri . Karena mereka menyadari, ada yang tak pernah gagal menarik perhatian laki-laki—yaitu fisik.
Advertising adalah bidang yang paling banyak mengaplikasikan hal ini. Di televisi banyak menginputkan materi “sex” di dalam iklan-iklan mereka untuk mendongkrak popularitas dari produk yang mereka tawarkan.

Feminis berpikir bahwa Al-Qu’an adalah sumber marjinalisasi wanita.
Ustadz Felix berkata bahwa ketika ia ke Amerika, selalu ada pertanyaan tentang bagaimana islam memperlakukan wanita. Seolah wanita dalam islam begitu rendah. Adapun yang terlihat jelek di mata mereka adalah sebagai berikut:
1. Hukum waris
lelaki mendapat 2, sedangkan wanita mendapat 1
2. Poligami
Lelaki boleh poligami, sedangkan perempuan tidak boleh
3. Talak
ada pada kuasa laki-laki
4. Pemukulan Perempuan
dalam islam boleh dilakukan
5. Posisi Perempuan dalam politik
Tidak boleh menduduki posisi tertinggi politik

Lelaki dan Wanita itu Berbeda
Lelaki dan wanita berbeda dalam hal fisik. Ustadz Felix menjelaskan bahwa otak wanita lebih banyak sel penghubung antar otak kanan dan kiri. Kemampuan inilah yang menyebabkan mereka dapat melakukan banyak hal dalam satu waktu—multitasking.
Itulah mengapa ada persoalan rumah tangga yang terjadi karena perbedaan ini. Ada sebuah kelakar lucu yang disampaikan Ustadz Felix untuk menggambarkannya.
Ketika seseorang suami dan istri sedang mencari suatu lokasi.
Istri: “Mas, tau aql dimana?”
Suami: “tau”
Akhirnya suami dan istri tersebut mencari tempat aql, namun sayangnya sang suami tidak menemukannya—melainkan kembali ke tempat semula. Dicoba lagi ternyata berputar dan kembali ke tempat yang sama lagi, hingga beberapa kali seperti itu.
Istri: “Mas, gak mending tanya orang aja? Katanya tadi tau.”
Suami: “Kamu bisa diem gak sih.”
Kenapa terjadi demikian? Karena laki-laki hanya bisa menggunakan otaknya dalam satu waktu. Sehingga dia menganggap istrinya sebagai interfensinya ketika ia sedang berkonsentrasi mencari arah untuk menuju ke tempat yang seharusnya.
Perempuan berbeda dalam hal multitasking. Seorang perempuan bisa nonton tv, sambil telpon, sambil bbm-an, sambil gendong anak, sambil masak dalam satu waktu. Sedangkan laki-laki tidak demikian. Namun tetap, layaknya seorang istri menghargai suaminya—jika suami sedang berbicara, jangan lah sambil mengerjakan hal lain seperti membalas pesan di hape dan sebagainya, karena itu akan membuat sang suami merasa tidak dihargai.
Laki-laki memiliki sudut pandangan yang sempit dan fokus. Sedangkan perempuan memiliki sudut pandangan yang luas. Ia dapat melihat objek dari ujung kiri ke ujung kanan matanya sembari ia melihat ke depan.
“Karena itulah laki-laki kalo’ disuruh cari barang gak dapet-dapet”
“Umi, ini kaos kaki abi dimana?” Abi bertanya kepada Uminya dari kejauhan.
“Itu di lemari, Bi!” kata Uminya sambil berjalan mendekati si Abi.
“Ndak ada, dimana Mi?” Abinya masih mengacak-acak lemari.
“Ada, di lemari.” Uminya bersikeras.
“Gak ada!”
“Ada!”
“Gak ada.”
Lalu Uminya naik ke atas, “Ini apaa!?” sambil nunjukin kaos kaki yang dicari abinya tepat di lemari yang abinya cari.

Kenapa ada perbedaan seperti ini?
Karena sesungguhnya kita berbeda fungsi. Dari dahulu laki-laki bekerja berdasarkan task dan fokus pada task tersebut. Sedangkan wanita tidak demikian, ia harus mengawasi dan mengurusi rumah dari ujung hingga ke ujung sehingga punya pandangan yang sangat lebar dan dapat mengerjakan banyak hal sekaligus.

Sentuhan
Laki-laki merasa bahwa sentuhan adalah ancaman, sedangkan wanita merasa bahwa sentuhan adalah perlindungan. Sehingga jika istri Anda marah-marah setiap hari, berarti ia sedang perlu dipeluk.
Kalau perempuan pergi ke WC pas SMA berapa orang? Satu RW kan? Satu dan lainnya gandengan satu-satu
Sekarang bayangin kalo’ ada cowok pas SMA pergi ke WC gandengan!
Wanita perlu untuk disentuh dan perlu untuk dipeluk dan dilindungi, karena itulah nature nya mereka.

Tentang berbicara
Laki-laki tidak suka terlalu banyak berbicara, sedangkan perempuan gemar sekali berbicara. Bagi perempuan, bicara adalah sebuah relaksasi.
Dalam sebuah riset, wanita itali berbicara 20.000 kata per hari, sedangkan wanita barat yang hampir sama dengan kita adalah 16.000 kata per hari. Sedangkan laki-laki mencukupkan dengan berbicara 7000 kata per hari.
Maka yang terjadi adalah ketika laki-laki sudah pergi ke kantor, ia pulang dengan telah menghabiskan jatah berbicaranya, sehingga saat dia pulang ke rumah, dia sudah tidak ingin ngomong apa-apa. Namun wanita ketika suaminya sudah di rumah, dan dia belum sempat menghabiskan 16.000 kata nya, maka dia akan menghabiskan semalaman berceloteh kepada suaminya.
Perempuan lebih gemar berbicara karena mereka lebih menggunakan emosi, sedangkan laki-laki cenderung tidak menggunakan emosi.
Laki-laki jika ia berada dalam tekanan, maka ia akan berbuat tanpa berpikir, sehingga banyak laki-laki masuk penjara karena kejahatan yang ia lakukan tidak disertai dengan pikiran yang sehat. Sedangkan perempuan sebaliknya, ketika ia berada dalam tekanan, maka ia akan berbicara tanpa berpikir, sehingga jika ia tertekan, maka ia cenderung datang ke terapis karena stress. Itulah kenapa ketika perempuan stress, pasti omongannya jahat. Dan setelah itu, mereka akan menyesali apa yang mereka ucapkan.

Contoh kecilnya bahwa pria lebih fokus daripada wanita adalah saat belanja di supermarket. Pria belanja 20 menit saja sudah pusing. Pria me-list dulu apa yang akan mereka beli dan mereka membeli sesuai apa yang ada dalam list. Sedang perempuan, dari 10 barang yang akan dibeli, mereka kembali dengan15 barang yang tidak ada di list.

Laki-laki tidak ahli dalam bahasa,Perempuan tidak ahli dalam bidang logika
Menurut survey, perempuan jauh lebih banyak menjadi guru bahasa daripada pria. Karena memang lelaki cenderung tidak suka terlalu banyak berbicara. Sedangkan wanita tidak demikian, mereka ahli di bidang bahasa namun tidak di bidang logika dan teknik. Itulah mengapa di bidang keteknikan, laki-laki lah yang lebih banyak berperan daripada wanita.

Perempuan dan laki-laki memang berbeda, karena perbedaan itu, maka tidak dapat disamakan dalam perlakuan, hak , dan tanggung jawabnya.
Seorang wanita yang sudah mempunyai kedudukan dan harta yang banyak, yang dimana ia juga bekerja, akan rentan untuk terjerumus kepada maksiat. Karena wanita lebih banyak menggunakan sisi emosionalnya.
Kehidupan sekarang memaksa wanita untuk melakukan kegiatan kesehariannya yang tidak sesuai lagi dengan fitrahnya.
Fenomena after hours—adalah kegiatan “bersenang-senang” yang dilakukan di dunia barat tepat setelah jam kerja mereka selesai. Mereka mencari kenikmatan dengan datang ke club dan bersenang-senang dengan cara duniawi.
“karena mereka bingung mencari kebahagiaan dimana. Padahal kebahagian bukan pada badaniah. Semakin ia penuhi kesenangan dunianya, semakin haus ia dengan kesenangan itu. Tidak akan pernah terpuaskan.”

Miss World
Wanita dibentuk opininya dari kecantikan. Dengan ajang miss world yang memperlihatkan kemolekan gadis dunia, orang dibentuk pemikirannya atas bentuk cantik seorang wanita.
“Lelaki tertarik pada wanita karena fisiknya, namun wanita cenderung tidak terlalu tertarik pada fisik seorang laki-laki.”
Ketika seseorang lelaki, ditanya apa yang paling penting dari seorang wanita?
1. Pinggul
2. Dada
3. Pantat
4. Wajah

Ketika seseorang perempuan ditanya apa yang paling penting dari seorang laki-laki?
1. Humor
2. Kepastian
3. Tanggung jawab
Ketika di dunia masih menjadikan materi sebagai kenikmatan tertinggi, maka selama itu pula perempuan dijadikan komoditas industri dan dijual belikan. Tapi dalam islam tidak demikian, dalam Islam laki-laki dan perempuan berebut ridho Allah SWT.

Jihad Wanita
Pada suatu hari seorang wanita bernama Zainab yang bergelar Khatibatin-nisa’ telah menemui Rasulullah SAW lalu berkata: “Aku telah diutus oleh kaum wanita kepada engkau. Jihad yang diwajibkan oleh Allah ke atas kaum lelaki itu, jika mereka luka parah, mereka mendapat pahala. Dan jika mereka gugur pula, mereka hidup disisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki. Manakala kami kaum wanita, sering membantu mereka. Maka apakah pula balasan kami untuk semua itu?” Bersabda Rasulullah SAW: “Sampaikanlah kepada sesiapa yang engkau temui daripada kaum wanita, bahawasanya taat kepada suami serta mengakui haknya adalah menyamai pahala orang yang berjihad pada jalan Allah, tetapi sangat sedikit daripada golongan kamu yang dapat melakukannya.”
(HR Al-Bazzar dan At-Thabrani)

Apapun yang didapatkan suami di luar rumah, itu berhak didapatkan oleh istrinya. Ketika seorang suami berpahala di luar rumah, sementara di rumah sang istri menjaga anak dan kehormatannya, maka selama itu seorang istri layak mendapatkan pahala suaminya. Seorang istri membangungkan suami di pagi hari dan suami itu pergi ke masjid maka seluruh pahala itu juga didapatkan oleh seorang istri.
Seorang istri yang mengakui hak-hak suaminya, ia layak mendapatkan seluruh apa yang didapatkan oleh sang suami

Kenapa laki-laki mendapatkan warisan dua bagian sedangkan perempuan hanya satu bagian? Karena laki-laki bertanggung jawab atas ibunya, atas adik-adiknya, sedangkan perempuan hanya bertanggung jawab atas dirinya sendiri.
Seorang laki-laki bertanggung setelah akad nikah, bertanggung jawab atas pahala dan dosa istrinya, bertanggung jawab atas keperluan istrinya dan keluarganya—termasuk menicure, pedicure, dan facial.
“Betul, karena perempuan berhijab tidak harus kucel. Kucel nya istri dapat membuat perpecahan rumah tangga. Maka dari itu saya bilang kepada istri saya.
‘Jangan kau pakai pakaianmu diluar yang lebih bagus daripada pakaianmu di dalam rumah. Kenapa? Ketika pakaianmu di luar lebih bagus daripada pakaianmu di dalam, kau akan diperhatikan oleh orang dan Allah tidak ridho.
Sedangkan jika pakaian di dalam rumahmu lebih baik daripada pakaian di luar rumahmu, maka kau akan mendapatkan perhatianku dan Allah akan ridho kepada kita.”

Ada seorang lelaki datang bertemu Rasulullah s.a.w., lalu bertanya: Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk aku hormati?
Baginda menjawab: Ibumu. Lelaki itu kembali bertanya : Kemudian siapa?
Nabi menjawab: Ibumu. Lelaki itu terus bertanya : Kemudian siapa?
Nabi menjawab lagi : Ibumu. Sekali lagi lelaki itu bertanya: Kemudian siapa lagi?
Nabi menjawab pula: Kemudian bapamu.
Sehingga ibu bertanggung jawab 75% terhadap pendidikan dan perkembangan anak. Itulah kenapa ibu memang berbicara lebih banyak daripada sang bapak. Karena untuk mendidik anak perlu banyak bicara dan menjawab pertanyaan-pertanyaan anak kecil yang tidak pernah selesai.

Lembutlah Kepada Istri
“Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya
Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah. (HR. Muslim).
Kenikmatan dunia untuk lak-laki menurut sabda Rasul SAW:
1. Rumah
2. Kendaraan yang baik
3. Tetangga yang baik
4. Istri yang solehah
Yang terbaik dari empat di atas tadi adalah istri yang solehah.

Perempuan adalah Makhluk yang peka
Ada sebuah studi, dimana sekumpulan laki-laki dan perempuan diberikan 10 video anak bayi yang sedang menangis. Hasilnya adalah perempuan lebih dapat mengerti bahwa 10 bayi itu menangis dengan alasan yang berbeda. Ada bayi yang menangis karena kepanasan, karena ingin buang air, karena ingin susu, dan sebagainya, sedangkan laki-laki tidak bisa mengerti.
Karena kepekaan inilah yang menyebabkan adanya masalah rumah tangga.
“Bi, Umi mau beli baju yang itu.”
“Oh, yawdah, ambil aja, Mi.”
“Tapi mahal, Bi.”
“yawdah, gak usah.”
“dasar gak peka.”

Pria ingin dihargai
“Mau makan apa?”
“terserah”
“Ayam ya.”
“Kan kemarin sudah makan ayam. Masa ayam lagi?”
“Yasudah, Ikan ya?”
“gak ah, kalo ikan makannya amis.”
“Kalo gitu gado-gado aja?”
“gak ah, gado-gado ntar sakit perut.”
“Terus mau makan apa?”
“terserah.”
“Yawdah, kalo gitu pulang aja.”
“Yawdah pulang aja.”
Akhirnya kedua pasangan pulang dan bertengkar sambil dalam keadaan perut lapar.
Sehingga kepada istri, berikanlah jawaban spesifik. Karena bagi pria, permintaanmu adalah perintah. Dan ketika perintah itu ia laksanakan, ia merasa bahwa dirinya dihargai dan dibutuhkan.

Men Sini in Women Sono
Laki-laki adalah pemimpin dalam rumah tangganya. Maka perempuan harus menaati suaminya selama perkara-perkara itu makruf dan tidak bermaksiat kepada Allah SWT.
Di balik laki-laki yang hebat,adalah perempuan yang hebat. Perempuan yang dapat mensupport suaminya dan menjaga keluarga dan kehormatannya. Seorang perempuan yang dapat membuat suaminya tenang ketika bekerja dan berdakwah di luar rumah dan sang suami percaya bahwa istrinya menjaga rumah dan menjaga kehormatannya dengan baik.

Ingatlah, aku telah memberi tahu kalian tentang istri-istri kalian yang akan menjadi penduduk syurga, yaitu yang penyayang, banyak anak (subur), dan banyak memberikan manfaat kepada suaminya, yang jika ia menyakiti suaminya atau disakiti, ia segera datang hingga berada di pelukkan suaminya, kemudian berkata “Demi Allah, aku tidak bisa memejamkan mata hingga engkau meridhoiku..”
[HR. Al-Baihaqi]

Khadijah r.a.h
Khadijah menikahi Muhammad di usinya 40 tahun ketika Muhammad berusia 25 tahun. Rasul diangkat menjadi nabi di usia 40 tahun, ketika itu Khadijah berusia 55 tahun. Selama itu pula Khadijah tidak pernah mengeraskan suaranya kepada Nabi Muhammad SAW, dan bertutur lemah lembut kepada Nabi. Khadijah pada saat Nabi berdiam di gua hira yang saat itu ia sudah berumur 55 tahun, ia menghantarkan makanan setiap harinya dan menaiki bukit dengan jarak yang jauh dengan jalan kaki, dan itu dilakukan selama dua tahun. Seorang ibu-ibu umur 55 tahun memanjat Jabal Nur setiap hari selama dua tahun.
Nabi menikah dan berpoligami setelah Khadijah meninggal. Jika saja seluruh wanita seperti Khadijah, maka lelaki tidak akan menginginkan untuk menikah lagi.
Dengan demikian, tidak benar jika islam memarjinalkan wanita—islam adalah yang paling adil kepada wanita, dengan menempatkannya sesuai dengan fitrahnya.

Author: Syarif Hidayatullah
Twitter: @saungkertas
Webpage: http://saungkertas.com

[MMA] Spesial Ramadhan – #MisteriWanita – Ust. Felix Siauw


MMA Misteri Wanita OKE

Majelis Malam Ahad – Spesial Ramadhan

#MisteriWanita

bersama

Ust. Felix Siauw

Sabtu, 12 Juli 2014 – 15.30 – 17.45

di AQL Islamic Center

Jl. Tebet Utara 1 No.40, Jakarta Selatan

(belakang Soto Gebraak, SPBU Shell & SMPN115)

  • Gratis Buka Puasa & Gratis Nasi Kotak khusus u/ 100 Peserta Pertama
  • Gratis & Terbuka Untuk Umum

Contact Person :

  • Ikhwan 087880017456
  • Akhwat 081315019136

Info :

  • Website : APWAnikah.com
  • Like us on Facebook  :  fb.com/pranikahislami
  • Follow us on twitter : @APWAnikah

[AQL Family Center] Sanlat Pasutri – Indahnya Islam dalam Membina Mahligai Rumah Tangga


Pesantren Pasutri Ramadhan 2014 res

~Diantara kemewahan dan istana-istananya, sekalipun amat sederhana tidak ada tempat yg istimewa selain keluarga, karena keluarga paling berharga~

~Jika ALLAH Cinta Kepada Sebuah Keluarga, Maka Salah Satu Cirinya ialah Keluarga itu dibukakan Hati untuk Ilmu Agama~

AQL Family Center

mempersembahkan

Sanlat Pasutri

(Pesantren Kilat untuk Pasangan Suami-Istri)

“Indahnya Islam dalam Membina Mahligai Rumah Tangga”

Pembicara :
1. Ust. Bachtiar Nasir, Lc
“Tauhid Cinta”

2. Ust. Bendri Jaisyurrahman
“Adab Berumah Tangga Dalam Islam”

3. Ayah Irwan Rinaldi
“Dinamika dan Komunikasi Pasangan”

Bonus Kajian jelang berbuka:
“Misteri Wanita” bersama Ust. Felix Siaw

*Spiritual Journey

Tanggal 12 -13 juli 2014
Mulai 12 juli Jam 08.00 WIB
Sampai dengan 13juli jam 15.00 WIB

Tempat:
AQL Islamic Center
Jl. Tebet Utara 1, No.40, Jakarta Selatan

Biaya: Rp. 650.000,-(Suami-Istri)

*Harga Spesial Rp. 600.000,- untuk peserta yg melakukan Pendaftaran dan Pembayaran sampai Tanggal 7 juli 2014.

Fasilitas: Modul, Buku jurnal, pulpen, makan Sahur-Berbuka, Coffee Break, dan Bus Pariwisata untuk Spiritual Journey.

*Peserta Terbatas (50 pasangan)
(Khusus Untuk Suami-Istri, Usia Pernikahan Maksimal 15th)

Segera Daftarkan diri Anda berserta pasangan, Menikmati Ramadhan penuh makna bersama pasangan tercinta.

Pendaftaran
Ketik : <Nama Suami> – < Nama Istri>, <Usia pernikahan>, <Email> dan <NoHP/WA>

SMS /WA only ke  : 081311590542

*Teknis Pembayaran akan dikirim setelah mendaftar

Acara ini didukung oleh:
Ar-Rahman Qur’anic Learning Center & APWA

MMA Wanita-Wanita Langit bersama Ust. Bendri Jaisyurrahman


MMA Wanita2 Langit

 

Ar-Rahman Pre Wedding Academy
kembali mempersembahkan
Majelis Malam Ahad
14 Juni 2014

***
“Wanita-Wanita Langit”

….
Pasti mereka..
Wanita yg Sholehah..Anggun..
Dengan Gaun yang indah..
Cantik dan menentramkan bila dipandang..
Tapi bagaimana mereka bisa tinggal di langit??
Apa mereka bersayap layaknya peri dalam dongeng??

Bukan..bukan demikian profil “Wanita Langit”

Wanita Langit..
Mempesona penduduk langit..
Mungkin di bumi tak banyak yg mengenalnya..
Tapi penduduk langit mengenalnya..

(Kok bisa??)

***
Profil wanita baik-baik dan shalihah begitu banyak dikisahkan dalam sejarah Islam.

Pribadi dan kehidupan mereka menjadi jaminan kualitas ideal. Bahkan beberapa namanya diabadikan ALLAH.

Mereka telah menjadi Wanita Langit yang dipastikan posisinya di surga.

Dari Ibnu Abbas ra, Rasullullah bersabda: “Para wanita penghuni syurga (langit) setelah Maryam (binti Imran) adalah Fatimah binti Muhammad, Siti Khadijah binti Khuwailid, dan Siti Asiah istri Fir’aun” (H.R Ahmad).

***
Sebenarnya apa kelebihan mereka sehingga layak dijadikan contoh/teladan?

Apa yang membuat penduduk langit terpesona pada mereka??

***
Di Majelis Malam Ahad kali ini
Sabtu, 14 juni 2014
Jam 19.30-21.30 WIB
Bertempat di AQL Islamic Center
Jl. Tebet Utara 1, No.40
Jakarta Selatan.

Bersama: Ust. Bendri Jaisyurrahman (@ajobendri)

Akan mengupas (Rahasia) :
“Wanita – Wanita Langit”

***
– Apakah wanita yang hidup di zaman ini masih mungkin mengikuti jejak para Wanita Langit itu?
– Dan Adakah Laki-laki yang ingin menikahi Wanita Langit?
* Bagaimana caranya..?

Temukan jawabannya dan ikuti kajiannya
Acara ini Gratis dan terbuka untuk Umum.

Silahkan ajak semua teman, sahabat serta saudara.
Silahkan sebarkan info ini sebanyak-banyaknya.
JazakumuLLAH Khairan Katsir

CP:
Ikhwan 087880017456
Akhwat 081315019136

Supported by @AQLislamiCenter

*Don’t miss it 》”Majelis Malam Ahad, Sabtu,14 juni 2014 : Wanita-Wanita Langit, w/ Ust. @ajobendri”

Resume MMA – “Apa Kabar Cinta”


Berikut ini adalah intisari yang saya tangkap dalam Kajian “Apa Kabar Cinta” oleh Ust. Iwan Januar.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

MMA Mei-2014 Apa Kabar Cinta - Web

Kedudukan cinta dalam agama Islam sangat signifikan. Allah SWT selain memiliki nama Ar-Rahman (Maha Pengasih) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang) juga memiliki sebutan Al-Waddud yang artinya Maha Mencintai dan Maha Dicintai. Adanya nama ini menjadi tanda bahwa mukmin yang mengharapkan cinta  Allah akan dicintai oleh Allah. Dalam hubungannya dengan interaksi antarmanusia,  dunia cinta seorang mukmin diperluas kepada keluarga, sahabat dan pasangan. Dalam kajian kali ini, Ust. Iwan mengecilkan pembahasan tentang positioning cinta seorang mukmin.

Berbicara mengenai cinta dalam pernikahan, setiap orang menginginkan adanya rumah tangga yang bertahan hingga usia tua. Cinta pada dasarnya adalah salah satu bentuk tabiat yang manusiawi, sesuatu yang membutuhkantake and give agar terus tumbuh. Namun pada perjalanan seorang mukmin, banyak sekali hal-hal yang bertentangan dengan keinginannya. Sebagai contoh, kondisi anak tidak sesuai dengan obsesi orang tua atau bagaimana jika seorang suami ternyata tidak gagah? Maksud gagah disini adalah tidak bisa bangun tahajud atau subuh. Bagaimana jika seorang istri yang dinikahi tidak keibuan? Apakah cinta tersebut akan bertahan selamanya? Apakah memungkinkan kondisi mencintai dengan kondisi give without take?

Mignon McLaughlin berkata bahwa a successful marriage requires falling in love many times, always with the same person.” Ada pasangan-pasangan yang pasca menikah semakin romantis, namun ada pula pasangan yang setelah menikah justru menganga melihat kebiasaan satu sama lain dan menyebabkan cinta menjadi padam. Oleh sebab itu sebelum menikah, seseorang harus menemukan “strong WHY” dalam cinta, dalam memutuskan mengapa saya menikah dengan orang yang saya pilih.

Ada empat faktor yang membuat seseorang memilih pasangan : fisik, materi, popularitas dan agama. Mari dibahas satu persatu, penampakan fisik  adalah sesuatu yang paling gampang diukur dan sangat manusiawi karena setiap orang menikmati keindahan, termasuk di dalamnya keindahan ragawi. Sementara materi, adalah juga sebuah pertimbangan yang manusiawi karena setiap orang memiliki naluri self defense untuk bertahan. Wanita pasti memikirkan bagaimana keselamatan dan keamanan masa depan anaknya saat memilih pria yang dinikahinya. Begitu juga dengan popularitas. Pemilihan pasangan berdasarkan popularitas juga disebabkan sesuatu naluri yang manusiawi yaitu perasaan ingin dihargai.  Sementara itu pemilihan seseorang berdasarkan agamanya didasarkan pada Hadist Bukhari dan Muslim, wanita itu dinikahi karena empat hal; karena hartanya, kedudukannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung.

Bicara  jiwa, hati akan tertambat dengan adanya kesamaan. Oleh sebab itu, orang berkumpul dengan komunitas yang sama. Jika tidak sama, maka orang akan berusaha menyamakan agar memiliki modal untuk dekat dengan orang di sekitarnya. Hal ini terjadi dalam PDKT, kadang  orang menyama-nyamakan hal yang tidak sama agar bisa bersama. Hal ini sangat manusiawi sebab seseorang memiliki kecenderungan untuk enjoy dengan pihak lain yang memiliki frekuensi yang sama. Perasaan enjoy tersebut akan menimbulkan kenyamanan dan kenyamanan akan berujung cinta. Kesamaan yang berujung pada kenyamanan ini meliputi kesamaan aturan hidup, pemahaman, cara berpakaian, visi hidup dan lain-lain.

Yang dimaksud dengan visi hidup adalah cara memandang kehidupan seperti apa, rumah tangga seperti apa. Termasuk di dalamnya adalah harapan seorang wanita terhadap calon suaminya dan sebaliknya. Sementara itu tujuan hidup adalah arah yang dituju dengan pernikahan tersebut atau bahasa mudahnya : mau dibawa kemana pernikahan ini. Sementara aturan hidup yang sama mengatur bagaimana gaya hidup nantinya. Gaya hidup yang berbeda akan membuat cinta tidak akan satu. Sebagai contoh seorang DJ dengan seorang mukmin. Apakah memungkinkan keduanya menjadi satu dengan dua latar belakang yang berbeda. Mungkinkah terwujud nasyid dengan gaya DJ?

Dengan adanya perbedaan-perbedaan gaya hidup tersebut, seseorang ditawarkan dengan dua gaya hidup yaitu gaya hidup sekulerisme yang memisahkan antara kehidupan sehari-hari dengan kehidupan agama atau mengikuti al-Aqidah al-Islamiyah. Gaya hidup sekulerisme yang mayoritas mengumbar konten fisik merusak tatanan rumah tangga. Salah satu contohnya adalah konten pornografi yang membuat seorang suami lebih mudah kecewa dengan tampilan fisik istri.

Di sisi lain, al-Aqidah al-Islamiyah berlandaskan kepercayaan kepada Allah yang lebih dalam lagi berlandaskan kepada ketaatan, kepatuhan dan kecintaan kepada Allah SWT. Allah SWT adalah satu –satunya yang memberikan kita kebahagiaan batin dan kepadanya kita akan berpulang. Allah-lah seharusnya titik awal cinta seorang mukmin sebelum cinta kepada yang lainnya. Sebab cinta Allah kepada hambanya sangat besar, tidak akan Allah menyia-nyiakan cinta hambaNya. Oleh sebab itu, cinta kepada Allah sehatusnya menjadi cinta yang pertama sebelum cinta kepada harta dunia, istri, suami dan anak dan menjadi pondasi cinta kepada makhlukNya.

Hikmah cinta kepada Allah :

  1. Sumber keikhlasan

Kita mengetahui bahwa pengorbanan yang kita lakukan akan mendapatkan pahala. Dengan hal ini kita akan merasa ikhlas, legowo dan leluasa memberi cinta. Sebagai gantinya, jika Allah tidak membalas hal tersebut secara langsung, Allah akan memberikan ketenangan pada kita.

  1. Sumber kekuatan

Layaknya pengorbanan dan kekuatan kita pada saat berpuasa dan perjuangan jihad, Allah akan memberikan kita kekuatan untuk dapat menerima pasangan apa adanya.

  1. Sumber kebenaran

Haram atau tidaknya melakukan suatu perbuatan akan menjadi pertimbangan utama. Seorang ayah tidak akan memberikan harta yang haram kepada anaknya karena harta yang haram tidak akan barokah.

Tanya Jawab :

Q : Bagaimana jika suatu kali kita bosan dengan pasangan?

A: Bersyukurlah hingga saat ini ada pasangan yang mampu bertahan dengan kita. Selain itu eksplorasi kebaikan-kebaikan pasangan, mengingat memori lama, memberi ruang hanya berdua dengan pasangan sehingga dapat menimbulkan mawaddah dan rahmah.

Ada beberapa quote dan doa yang saya sukai disini, antara lain :

  1. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin. – Doa Nabi Daud AS memohon cintaNya.
  2. Jangan berharap mendapatkan pasangan sejati jika tidak dilandasi perasaan cinta kepada Allah.
  3. Cinta pada Allah dan cinta karena Allah adalah cinta yang tidak mengenal kata tapi.
Resume By
Nama : Deanny Desbrina H
id twitter : @de_cuya

Detik-Detik Penghancuran Keluarga – Kajian IBF Masjid Raya Pondok Indah


APWA - IBF MRPI - Detik2 Penghancuran Keluarga Web

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 5,852 other followers