[MMA] “Nikah ga takut miskin” – Ust Ahmad Gozali


MMA ga miskin Maret3

<APWA>
Ar-Rahman Pre Wedding Academy
mempersembahkan
Majelis Malam Ahad (MMA)
Sabtu, 14 Maret 2015

“Nikah ga takut miskin”

bersama:
Ust. Ahmad Gozali
Perencana Keuangan

Hari/Tanggal : Sabtu, 14 Maret 2015
Waktu : 19.30 – 21.30 WIB

Tempat:
AQL Islamic Center,
Jl. Tebet Utara 1, No.40, Jakarta Selatan
(blkg SMPN115, SPBU Shell & Maida Resto)
Koordinat Google Maps : -6.225522, 106.852684
Short Url : http://goo.gl/FZsI7B

CP:
Ikhwan 087880017456
Akhwat 081315019136

Presented by @APWAnikah
Web : APWA.wordpress.com
Suported by AQL Islamic Center

[MMA] Manajemen & Rekayasa Cinta – Ust. DR. Saiful Bahri


Ar-Rahman Pre Wedding Academy (APWA)
mempersembahkan

Majelis Malam Ahad (MMA)
Manajemen & Rekayasa Cinta

bersama: Ust. DR. Saiful Bahri

Sabtu, 14 Februari 2015 – 19.30 sd. 21.30 WIB

Tempat:
AQL Islamic Center
Jl. Tebet Utara 1 No.40, Jakarta Selatan
(Belakang SMPN 115, SPBU Shell, Maida Resto)
Lokasi : http://goo.gl/FZsI7B

Gratis & Terbuka untuk Umum

CP: Ikhwan 087880017456
Akhwat 081315019136

More info:
Fb : facebook.com/pranikahislami
Tw : @APWAnikah
Web : APWAnikah.com

Supported by @AQLIslamiCenter

Softcopy Handout dapat di download di Sini

Agar Cinta Bersemi Indah


Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

Kunci untuk melahirkan anak-anak yang tajam pikirannya, jernih hatinya dan kuat jiwanya adalah mencintai ibunya sepenuh hati. Kita berikan hati kita dan waktu kita untuk menyemai cinta di hatinya, sehingga menguatkan semangatnya mendidik anak-anak yang dilahirkannya dengan pendidikan yang terbaik. Keinginan besar saja kadang tak cukup untuk membuat seorang ibu senantiasa memberikan senyumnya kepada anak. Perlu penopang berupa cinta yang tulus dari suaminya agar keinginan besar yang mulia itu tetap kokoh.

Uang yang berlimpah saja tidak cukup. Saat kita serba kekurangan, uang memang bisa memberi kebahagiaan yang sangat besar. Lebih-lebih ketika perut dililit rasa lapar, sementara tangis anak-anak yang menginginkan mainan tak bisa kita redakan karena tak ada uang. Tetapi ketika Allah Ta’ala telah memberi kita kecukupan rezeki, permata yang terbaik pun tidak cukup untuk menunjukkan cinta kita kepada istri. Ada yang lebih berharga daripada ruby atau berlian yang paling jernih. Ada yang lebih membahagiakan daripada sutera yang paling halus atau jam tangan paling elegan.

Apa itu? Waktu kita dan perhatian kita.

Kita punya waktu setiap hari. Tidak ada perbedaan sedikit pun antara waktu kita dan waktu yang dimiliki orang-orang sibuk di seluruh dunia. Kita juga mempunyai waktu luang yang tidak sedikit. Hanya saja, kerapkali kita tidak menyadari waktu luang itu. Di pesawat misalnya, kita punya waktu luang yang sangat banyak untuk membaca. Tetapi karena tidak kita sadari –dan akhirnya tidak kita manfaatkan dengan baik—beberapa tugas yang seharusnya bisa kita selesaikan di perjalanan, akhirnya mengambil hak istri dan anak-anak kita. Waktu yang seharusnya menjadi saat-saat yang membahagiakan mereka, kita ambil untuk urusan yang sebenarnya bisa kita selesaikan di luar rumah.

Bagaimana kita menghabiskan waktu bersama istri di rumah juga sangat berpengaruh terhadap perasaannya. Satu jam bersama istri karena kita tidak punya kesibukan di luar, berbeda sekali dengan satu jam yang memang secara khusus kita sisihkan. Bukan kita sisakan. Menyisihkan waktu satu jam khusus untuknya akan membuat ia merasa lebih kita cintai. Ia merasa istimewa. Tetapi dua jam waktu sisa, akan lain artinya.

Sayangnya, istri kita seringkali hanya mendapatkan waktu-waktu sisa dan perhatian yang juga hanya sisa-sisa. Atau, kadang justru bukan perhatian baginya, melainkan kitalah yang meminta perhatian darinya untuk menghapus penat dan lelah kita. Kita mendekat kepadanya hanya karena kita berhasrat untuk menuntaskan gejolak syahwat yang sudah begitu kuat. Setelah itu ia harus menahan dongkol mendengar suara kita mendengkur.

Astaghfirullahal ‘adziim….

Lalu atas dasar apa kita merasa telah menjadi suami yang baik baginya? Atas dasar apa kita merasa menjadi bapak yang baik, sedangkan kunci pembuka yang pertama, yakni cinta yang tulus bagi ibu anak-anak kita tidak ada dalam diri kita.
Sesungguhnya, kita punya waktu yang banyak setiap hari. Yang tidak kita punya adalah kesediaan untuk meluangkan waktu secara sengaja bagi istri kita.

Waktu untuk apa? Waktu untuk bersamanya. Bukankah kita menikah karena ingin hidup bersama mewujudkan cita-cita besar yang sama? Bukankah kita menikah karena menginginkan kebersamaan, sehingga dengan itu kita bekerja sama membangun rumah-tangga yang di dalamnya penuh cinta dan barakah? Bukan kita menikah karena ada kebaikan yang hendak kita wujudkan melalui kerja-sama yang indah?

Tetapi…

Begitu menikah, kita sering lupa. Alih-alih kerja-sama, kita justru sama-sama kerja dan sama-sama menomor satukan urusan pekerjaan di atas segala-galanya. Kita lupa menempat¬kan urusan pada tempatnya yang pas, sehingga untuk bertemu dan berbincang santai dengan istri pun harus menunggu saat sakit datang. Itu pun terkadang tak tersedia banyak waktu, sebab bertumpuk urusan sudah menunggu di benak kita.

Banyak suami-istri yang tidak punya waktu untuk ngobrol ringan berdua, tetapi sanggup menghabiskan waktu berjam-jam di depan TV. Seakan-akan mereka sedang menikmati kebersamaan, padahal yang kerapkali terjadi sesungguhnya mereka sedang menciptakan ke-sendirian bersama-sama. Secara fisik mereka berdekatan, tetapi pikiran mereka sibuk sendiri-sendiri.

Tentu saja bukan berarti tak ada tempat bagi suami istri untuk melihat tayangan bergizi, dari TV atau komputer (meski saya dan istri memilih tidak ada TV di rumah karena sangat sulit menemukan acara bergizi. Sampah jauh lebih banyak). Tetapi ketika suami-istri telah terbiasa menenggelamkan diri dengan tayangan TV untuk menghapus penat, pada akhirnya bisa terjadi ada satu titik ketika hati tak lagi saling merindu saat tak bertemu berminggu-minggu. Ada pertemuan, tapi tak ada kehangatan. Ada perjumpaan, tapi tak ada kemesraan. Bahkan percintaan pun barangkali tanpa cinta, sebab untuk tetap bersemi, cinta memerlukan kesediaan untuk berbagi waktu dan perhatian.

Ada beberapa hal yang bisa kita kita lakukan untuk menyemai cinta agar bersemi indah. Kita tidak memperbincangkannya saat ini. Secara sederhana, jalan untuk menyemai cinta itu terutama terletak pada bagaimana kita menggunakan telinga dan lisan kita dengan bijak terhadap istri atau suami kita. Inilah kekuatan besar yang kerap kali diabaikan. Tampaknya sepele, tetapi akibatnya bisa mengejutkan.

Tentang bagaimana menyemai cinta di rumah kita, silakan baca kembali Agar Cinta Bersemi Indah (Gema Insani Press, 2002, edisi revisi insya Allah akan diterbitkan Pro-U Media). Selebihnya, di atas cara-cara menyemai cinta, yang paling pokok adalah kesediaan kita untuk meluangkan waktu dan memberi perhatian. Tidak ada pendekatan yang efektif jika kita tak bersedia meluangkan waktu untuk melakukannya.

Nah.

Jika istri merasa dicintai dan diperhatikan, ia cenderung akan memiliki kesediaan untuk mendengar dan mengasuh anak-anak dengan lebih baik. Ia bisa memberi perhatian yang sempurna karena kebutuhannya untuk memperoleh perhatian dari suami telah tercukupi. Ia bisa memberikan waktunya secara total bagi anak-anak karena setiap saat ia mempunyai kesempatan untuk mereguk cinta bersama suami. Bukankah tulusnya cinta justru tampak dari kesediaan kita untuk berbagi waktu berbagi cerita pada saat tidak sedang bercinta?

Kerapkali yang membuat seorang ibu kehilangan rasa sabarnya adalah tidak adanya kesediaan suami untuk mendengar cerita-ceritanya tentang betapa hebohnya ia menghadapi anak-anak hari ini. Tak banyak yang diharapkan istri. Ia hanya berharap suaminya mau mendengar dengan sungguh-sungguh cerita tentang anaknya –tidak terkecuali tentang bagaimana seriusnya ia mengasuh anak—dan itu “sudah cukup” menjadi tanda cinta. Kadang hanya dengan kesediaan kita meluangkan waktu untuk berbincang berdua, rasa capek menghadapi anak seharian serasa hilang begitu saja. Seakan-akan tumpukan pekerjaan dan hingar-bingar tingkah anak sedari pagi hingga malam, tak berbekas sedikit pun di wajahnya.

Alhasil, kesediaan untuk secara sengaja menyisihkan waktu bagi istri tidak saja membuat pernikahan lebih terasa maknanya, lebih dari itu merupakan hadiah terbaik buat anak. Perhatian yang tulus membuat kemesraan bertambah-tambah. Pada saat yang sama, menjadikan ia memiliki semangat yang lebih besar untuk sabar dalam mengasuh, mendidik dan menemani anak.

Ya… ya… ya…, cintailah istri Anda sepenuh hati agar ia bisa menjadi ibu yang paling ikhlas mendidik anak-anaknya dengan cinta dan perhatian. Semoga!

Sumber : @kupinang

[MMA] “Jodohku Cerminan Diriku” bersama Ust. Iwan Januar, S.IKom.


cermin alt3 OKS

Ar-Rahman Pre Wedding Academy
Majelis Malam Ahad
Sabtu, 10 januari 2015

💕Jodohku, Cerminan Diriku 💕

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”.(QS. An-Nur: 26)

Surat An-Nur secara umum memberikan banyak pengajaran tentang tema kesucian.

Imam As-Sya’rowi dalam menafsirkan ayat ini, memberikan penekanan yang lebih akan pentingnya kesamaan antara suami dan istri. Kesamaan (Sekufu) yang dimaksud terutama dalam hal agama, walaupun tidak menutup kemungkinan persamaan hal lain juga menjadi pertimbangan yang kuat.
⚡⚡⚡

Ketika menginginkan seorang pendamping hidup, Pasti sejak kemarin sudah ada kriteria-kriteria yang sudah ada di pikiran ini.

Harus seperti apakah ia nanti, punya apa? hafalannya sudah berapa juz? Sudah paham tentang Islam sejauh apa? Aplikasi tentang pemahamannya sudah benar apa belum? Cerdas tidak? Sabar?

Ketika aku mengajukan kriteria yang bejibun banyaknya dan mendekati sempurnanya seorang manusia.
Aku bertanya “Apakah aku sudah menjadi pribadi yang aku sebutkan pada kriteria yang aku ajukan? Atau masih jauh dari semua itu?”

jika masih jauh dari semua kriteria itu, apakah pantas aku meminta seperti kriteria yang aku tetapkan?.

Lalu, Seperti apa jodoh ku?

🌟Temukan jawabannya,
di Majelis Malam Ahad
💕Jodohku Cerminan diriku 💕

Bersama:
👳 Ust. Iwan Januar
( @iwanjanuarcom : inspirator keluarga & dakwah, penulis buku “Bukan Pernikahan Cinderella” )

Sabtu,10 Januari 2015
Jam 19.30 – 21.30 WIB
AQL Islamic Center, Jl.Tebet Utara 1, No.40, Jakarta Selatan (blkg SMPN115, Maida Resto)

🌟Acara ini buat siapa..??
👉 untuk siapa saja yang belum menikah dan sudah menikah, dan yang ingin mengenali seperti apa jodoh kita.
👉 untuk Yang ingin memahami apa itu “sekufu”

Acara ini Gratis & terbuka Untuk umum.
Ajak semua teman, sahabat & keluarga

Dan Silahkan sebarkan informasi ini.
JazakumuLlah khairan katsiran

CP:
Ikhwan 087880017456
Akhwat 081315019136

Presented by @APWAnikah
Supported by @AQLIslamiCenter

✨Laki-laki baik juga akan mendamkan perempuan yang baik, dan perempuan yang baik juga akan berusaha mencari laki-laki yang baik✨

#Majelis Malam Ahad 10 januari 2015
“Jodohku, Cerminan Diriku”


diakah jodohku Rev2

<APWA>
Ar-Rahman Pre Wedding Academy
Majelis Malam Ahad
Sabtu,13 Desember 2014

“Ya ALLAH, diakah jodohku?”

(Panduan Lengkap Istikharah)

Manusia adalah makhluq yg dengan kesempurnaannya tetap memiliki kekurangan, terutama dalam menentukan pilihan yang di luar kemampuan analisanya.
Ia tidak mampu melihat keghaiban masa depan apakah itu baik atau buruk nantinya.

ALLAH berfirman:
”Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-sekali tidak ada pilihan bagi mereka (apabila Allah telah menentukan). Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan. Dan Tuhamnu mengetahui apa yang disembunyikan dalam dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagiNyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagiNyalah segala penentuan dan hanya kepadaNyalah kami dikembalikan (QS. Al-Qasas : 68-70).

Inilah hikmah dari disunnahkannya Istikharah, agar manusia tetap menjalin hubungan dengan ALLAH saat akan menentukan pilihan, meminta pertolonganNya agar ia bisa memilih dengan baik dan tepat.
Apalagi tentang urusan yg sangat penting, tentang “Jodoh dan Pernikahan”

Dibimbing oleh:
Ustad Hilman Rosyad, Lc
di Majelis Malam Ahad
Mengkaji Panduan Lengkap Istikharah
“Ya ALLAH, diakah jodohku??”

Sabtu, 13 Desember 2014
Jam 19.30 – 21.30
AQL Islamic Center, jl.Tebet Utara 1, No.40, Jakarta Selatan (blkg SMPN115, SPBU Shell dan Maida Resto)
Koordinat Google Maps : -6.225522, 106.852684
Short Url : http://goo.gl/FZsI7B

Acara ini buat siapa..??

  • Buat kamu ingin tau bagaimana panduan istikharah yg benar sesuai sunnah mulai tata caranya, sampai menentukan pilihan setelah istikharah
  • Buat yg sedang berta’aruf, agar mantap memutuskan sblm menuju jenjang pernikahan
    Buat Ayah/bunda juga boleh datang, agar saat mengambil keputusan untuk merestui atau menolak calon untuk anaknya, tetap melibatkan bantuan ALLAH berdasarkan hasil istikharah yg benar, tidak mendahulukan emosi sesaat.
  • Untuk siapa saja yg ingin tau kapan saja disunnahkan istikharah? Apakah hanya saat menentukan jodoh? Dan spt apa jawaban dari hasil istikharah? ?

Acara ini Gratis,  dan terbuka untuk umum.
Ajak semua teman, keluarga, sahabat, dan saudara.
Dan Silahkan sebarkan informasi ini sebanyak- banyaknya. Semoga jadi penambah pahala kebaikan kita..Aamiin
JazakumuLlah Khairan katsiran

CP:
Ikhwan 087880017456
Akhwat 081315019136

Presented by @APWAnikah
Supported by AQL Islamic Center

“Ku mau Apa yang ALLAH mau, karna  ALLAH Tau Apa yang terbaik untukku”
#MajelisMalamAhad “Yaa ALLAH diakah jodohku??”

[MMA] Video “Izinkan Aku Mengenalmu” bersama Ust. Bendri Jaisyurrahman


izinkan aku Ok

[MMA] “Masuk Surga Sekeluarga” bersama Ust. Bachtiar Nasir, Lc.


Masuk Surga Sekeluarga

Ar-Rahman Pre Wedding Academy
Edisi Spesial
Majelis Malam Ahad (MMA)
Sabtu, 8 November 2014

”Masuk Surga Sekeluarga”

Surga..,
Siapa diantara kita yang tidak ingin masuk ke dalamnya?

Allah Ta’ala berfirman “Penduduk surga bisa mendapatkan apa saja yang mereka inginkan di dalam surga. Dan di sisi Kami ada tambahan kenikmatan”(QS.Qaaf :35).

Allah Ta’ala juga berfirman dalam sebuah hadits qudsi, “Aku siapkan untuk hamba-hamba-Ku yang shalih apa yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia” (HR.Bukhari).

Tentu kita semua ingin masuk surga, terlebih lagi, jika bisa masuk surga sekeluarga, karna Visi rumah tangga orang beriman adalah;
“Peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa Neraka. (QS. At-Tahrim [66]: 6)

Di dalam surga terdapat puncak kenikmatan yang diidam-idamkan setiap muslim, yakni memandang wajah Allah Ta’ala.

Namun, jalan menuju surga tidaklah mudah, dibutuhkan kesabaran & perjuangan yang sungguh-sungguh untuk bisa istiqomah dalam menempuh jalan menuju surga.

Lalu Bagaimana caranya agar kita bisa Masuk Surga Sekeluarga??

Kita temukan jawabannya
Di Majelis Malam Ahad

“Masuk Surga Sekeluarga”
Bersama Ustad Bachtiar Nasir, Lc.

Sabtu, 8 November 2014
Jam 19.30 – 21.30
AQL Islamic Center, jl.Tebet Utara 1, No.40, Jakarta Selatan (blkg SMPN115, SPBU Shell dan Maida Resto)

Acara ini buat siapa..??
Buat kita semua,
 Buat Ayah-ibu dan Anak Remajanya.
Buat kita sekeluarga yang ingin Masuk Surga, dan ingin berkumpul bersama keluarga di SurgaNYA kelak. Aamin ya Rabbal ‘Alamiin

Acara ini Gratis & terbuka untuk Umum.

Ajak semua dari keluarga👪👭👬, Kakek-Nenek, Om-Tante, & saudara.

Dan Silahkan sebarkan informasi ini sebanyak- banyaknya. Semoga jadi penambah pahala kebaikan kita..Aamiin
JazakumuLlah Khairan katsiran

Note:
Jika membawa anak kecil mohon dijaga agar tidak mengganggu kenyamanan dalam majelis ilmu.

CP:
Ikhwan 087880017456
Akhwat 081315019136

Presented by @APWAnikah & Kokoh Keluarga Indonesia.
Supported by : AQL Islamic Center

“Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Memperbaiki Keharmonisan Rumah Tangga kita”

info:
fb facebook.com/pranikahislami
tw twitter.com/apwanikah
web http://www.APWAnikah.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 6,860 other followers