This slideshow requires JavaScript.

Mahkota Pengantin

Sekilas isi buku:
Pernikahan adalah pilar keutuhan masyarakat Muslim. Jika ikatan keluarga retak, remuk pulalah sendi-sendi sebuah peradaban. Karenanya, tak usah heran jika Islam menjaga sedini mungkin setiap unsur yang dapat merusak kebahagiaan rumah tangga. Salah satu caranya adalah agar setiap pemuda-pemudi Muslim yang hendak menikah memahami esensi dan hukum-hukum sekitar pernikahan agar setiap persoalan yang muncul dapat diatasi dengan solusi yang islami. Buku ini adalah sebuah pemahaman sekaligus pencerahan tentang bagaimana membangun keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, sejak mula niat pinangan dipancangkan. Tentang bagaimana menyesap setiap bulir kebahagiaan dan nikmat pernikahan sejak ijab kabul diresmikan. Rumah yang bahagia bukanlah rumah yang tanpa cekcok. Tapi adanya kekurangan pertanda ketidaksempurnaan dan dinamika, sehingga suami-istri pun berupaya saling menjaga dan saling mengisi. Kelebihan buku ini terletak pada kupasannya yang relatif lengkap. Bahasanya pun lebih cair, apa adanya dan dialogis. Seringkali paparan dimulai dengan tanya jawab lalu disusul dengan jawaban yang jelas, lugas dan berdalil. Kelebihan lain, buku ini bicara tanpa pakewuh berlebihan untuk hal-hal yang bagi sebagian orang sensitif. Ketika banyak buku lain yang ”malu-malu” bicara tentang etika pergaulan seksual suami-istri, buku ini bicara tentang etika, adab dan seni tanpa terjebak pada vulgaritas yang mengoyak malu. Karena itu, buku ini sangat penting untuk menjadi pegangan bagi pemuda-pemudi Muslim yang hendak menikah maupun keluarga Muslim. Tak ada kata terlambat untuk berbenah diri. Karena bahagia harus dijemput, bukan menunggu untuk didatangi.

—–

Understanding Love

by : Ibrahim Nafie

Cinta adalah kalimat yang menyejukkan hati dan mampu melintas batas ruang dan waktu. Cinta adalah bahasa tanpa kata, namun terlembagakan dalam rasa dan perasaan batin suci yang menebarkan nilai – nilai luhur kasih sayang, kesantunan, kasih sayang, maaf, kepedulian, toleransi, dan berkah bagi kemanusiaan universal. Cinta mewujud dalam gelora pengorbanan demi terciptanya kemaslahatan universal.

Andai bumi ini kering dari cinta, niscaya tidak lahir ksatria-ksatria agung di jagad ini. Dengan cinta, tegaklah sendi -sendi keadilan dan tampaklah kebenaran. Wajah nyata cinta ialah perilaku ketaatan, kesantunan, kesetiaan, dan pengorbanan demi sesuatu yang dicintai. Hal seperti itulah yang ditradisikan para pegiat cinta yang telah berhasil meraih kesejatian spiritual cinta, sebuah epos cinta yang menembus dimensi ruang dan waktu.

——-

Fiqih Imam Syafi’i

by : Prof. Dr. Wahbah Zuhaili

——-

Fiqih Sunnah

by : Syekh Sayyid Sabiq

——-

Advertisements