Wanita Dijajah Pria Sejak Dulu
Wanita dari jaman dahulu kala hingga sekarang dijadikan sebagai komoditas seksual dan dieksploitasi. Perempuan dijadiakan sebagai alat pemuas laki-laki.
Bahkan di perpolitikan orang Romawi jaman dahulu, jika mereka ingin naik jabatan, mereka akan tawarkan istri mereka kepada atasan mereka supaya mereka bisa naik jabatan.
Bangunan-bangunan kuno di eropa pun demikian, patung-patung yang berdiri kebanyakan adalah patung perempuan telanjang.
Tidak hanya di dunia barat, di dunia timur pun demikian. Di India, ada upacara ngaben yang dimana jika ada laki-laki kepala keluarga meninggal dunia, sedang istrinya masih hidup, maka istrinya harus ikut mati. Ngaben adalah upacara pembakaran mayat, sehingga sang istri harus masuk dan dibakar hidup-hidup dalam api tersebut bersamaan dengan jasad suaminya. Istri, dalam tradisi mereka adalah hak milik suami, mereka harus ikut suami kemanapun suami pergi, termasuk ketika suami itu mati—dia juga harus ikut mati.
Dahulu,seorang laki-laki yahudi didapati berdoa dengan doa yang sama setiap hari:
“Terimakasih Tuhan karena tidak menjadikan aku orang kafir, tidak menjadikan aku seorang wanita, atau tidak menjadikan aku seorang budak belian.”
Yang disana menggambarkan bahwa posisi wanita adalah rendah dan sama dengan budak belian dan kafir.
Di dalam agama kristen diajarkan, bahwa:
“Bukan Adam yang tertipu melainkan perempuan itulah yang tertipu dan jatuh ke dalam dosa.”
Menurut Ust Felix asbabun nuzul dari ayat tersebut adalah penyebab Adam dan Hawa turun ke dunia adalah karena kesalahan Hawa. Di surga dahulu kala ketika Adam dan Hawa diciptakan, ada dua pohon di surga yang dilarang. Pohon itu adalah Tree of Life and Tree of Knowledge. Diceritakan bahwa Hawa memakan Tree of Knowledge dan turun ke dunia.
Orang gereja selalu menyalahkan bahwa wanita adalah “The Container of Satan”. Perempuan adalah perangkapnya setan, kalau tidak ada perempuan, maka para lelaki tidak akan turun ke dunia. Setan tidak dapat langsung menggoda laki-laki, sehingga setan menggoda laki-laki melalui perantara perempuan.
Pada sejarah kelam kristen kuno, diceritakan bahwa wanita-wanita dahulu dibakar ketika ia ditentukan sebagai wanita yang dirasuki setan yang membawa wabah penyakit di wilayah tersebut. Sehingga, jika ada satu wabah menjalar di suatu wilayah tertentu, maka pihak geraja akan mencari wanita yang dijadikan terdakwa lalu dibakar hidup-hidup (api penyucian). Namun, pembakaran ini hanya terjadi kepada wanita—tidak ada laki-laki.
Selain itu, pihak gereja mengharamkan atas wanita anastesi . sedangkan anastesi ditemukan oleh orang muslim. Padahal anastesi mengurangi kegagalan dalam kelahiran anak. Mereka berdalih bahwa anastesi dianggap haram karena di alkitab mereka tertulis bahwa sakitnya perempuan ketika melahirkan adalah hukuman bagi Tuhan bagi mereka karena mereka makan buah yang terlarang itu.
Berbeda dengan islam, bahwa ketika seorang ibu akan melahirkan, maka malaikat-malaikat beristighfar. Setiap kali ada kontraksi oleh ibut tersebut, malaikat kembali beristighfar. Sehingga ketika melahirkan, bayinya lahir suci tanpa dosa, ibunya pun diampuni dosa-dosanya.
Dikarenakan ajaran yang diajarkan oleh pihak gereja yang merendahkan wanita, maka dari situ ada suatu gerakan pemberontakan yang dinamakan “feminisme”. Maka perempuan mengatakan bahwa ada bias gender dan mereka tidak pernah mendapati mereka menempati posisi tertinggi dalam agama mereka, tidak boleh menyebarkan agama dan menjadi imam, kecuali hanya menjadi pembantu-pembantu saja.
Begitupun dengan sekulerisme—sebuah paham yang mendewakan materi dan kenikmatan badaniyah. Gara-gara sekulerisme ini, semua hal dititik beratkan pada materi.

Wanita Zaman Sekarang
Dulu wanita dihinakan dan dieksploitasi, sekarang berbeda namun dengan nilai yang sama bahkan lebih buruk. Wanita hari ini mengerti betul bagaimana mereka menjual dirinya sendiri . Karena mereka menyadari, ada yang tak pernah gagal menarik perhatian laki-laki—yaitu fisik.
Advertising adalah bidang yang paling banyak mengaplikasikan hal ini. Di televisi banyak menginputkan materi “sex” di dalam iklan-iklan mereka untuk mendongkrak popularitas dari produk yang mereka tawarkan.

Feminis berpikir bahwa Al-Qu’an adalah sumber marjinalisasi wanita.
Ustadz Felix berkata bahwa ketika ia ke Amerika, selalu ada pertanyaan tentang bagaimana islam memperlakukan wanita. Seolah wanita dalam islam begitu rendah. Adapun yang terlihat jelek di mata mereka adalah sebagai berikut:
1. Hukum waris
lelaki mendapat 2, sedangkan wanita mendapat 1
2. Poligami
Lelaki boleh poligami, sedangkan perempuan tidak boleh
3. Talak
ada pada kuasa laki-laki
4. Pemukulan Perempuan
dalam islam boleh dilakukan
5. Posisi Perempuan dalam politik
Tidak boleh menduduki posisi tertinggi politik

Lelaki dan Wanita itu Berbeda
Lelaki dan wanita berbeda dalam hal fisik. Ustadz Felix menjelaskan bahwa otak wanita lebih banyak sel penghubung antar otak kanan dan kiri. Kemampuan inilah yang menyebabkan mereka dapat melakukan banyak hal dalam satu waktu—multitasking.
Itulah mengapa ada persoalan rumah tangga yang terjadi karena perbedaan ini. Ada sebuah kelakar lucu yang disampaikan Ustadz Felix untuk menggambarkannya.
Ketika seseorang suami dan istri sedang mencari suatu lokasi.
Istri: “Mas, tau aql dimana?”
Suami: “tau”
Akhirnya suami dan istri tersebut mencari tempat aql, namun sayangnya sang suami tidak menemukannya—melainkan kembali ke tempat semula. Dicoba lagi ternyata berputar dan kembali ke tempat yang sama lagi, hingga beberapa kali seperti itu.
Istri: “Mas, gak mending tanya orang aja? Katanya tadi tau.”
Suami: “Kamu bisa diem gak sih.”
Kenapa terjadi demikian? Karena laki-laki hanya bisa menggunakan otaknya dalam satu waktu. Sehingga dia menganggap istrinya sebagai interfensinya ketika ia sedang berkonsentrasi mencari arah untuk menuju ke tempat yang seharusnya.
Perempuan berbeda dalam hal multitasking. Seorang perempuan bisa nonton tv, sambil telpon, sambil bbm-an, sambil gendong anak, sambil masak dalam satu waktu. Sedangkan laki-laki tidak demikian. Namun tetap, layaknya seorang istri menghargai suaminya—jika suami sedang berbicara, jangan lah sambil mengerjakan hal lain seperti membalas pesan di hape dan sebagainya, karena itu akan membuat sang suami merasa tidak dihargai.
Laki-laki memiliki sudut pandangan yang sempit dan fokus. Sedangkan perempuan memiliki sudut pandangan yang luas. Ia dapat melihat objek dari ujung kiri ke ujung kanan matanya sembari ia melihat ke depan.
“Karena itulah laki-laki kalo’ disuruh cari barang gak dapet-dapet”
“Umi, ini kaos kaki abi dimana?” Abi bertanya kepada Uminya dari kejauhan.
“Itu di lemari, Bi!” kata Uminya sambil berjalan mendekati si Abi.
“Ndak ada, dimana Mi?” Abinya masih mengacak-acak lemari.
“Ada, di lemari.” Uminya bersikeras.
“Gak ada!”
“Ada!”
“Gak ada.”
Lalu Uminya naik ke atas, “Ini apaa!?” sambil nunjukin kaos kaki yang dicari abinya tepat di lemari yang abinya cari.

Kenapa ada perbedaan seperti ini?
Karena sesungguhnya kita berbeda fungsi. Dari dahulu laki-laki bekerja berdasarkan task dan fokus pada task tersebut. Sedangkan wanita tidak demikian, ia harus mengawasi dan mengurusi rumah dari ujung hingga ke ujung sehingga punya pandangan yang sangat lebar dan dapat mengerjakan banyak hal sekaligus.

Sentuhan
Laki-laki merasa bahwa sentuhan adalah ancaman, sedangkan wanita merasa bahwa sentuhan adalah perlindungan. Sehingga jika istri Anda marah-marah setiap hari, berarti ia sedang perlu dipeluk.
Kalau perempuan pergi ke WC pas SMA berapa orang? Satu RW kan? Satu dan lainnya gandengan satu-satu
Sekarang bayangin kalo’ ada cowok pas SMA pergi ke WC gandengan!
Wanita perlu untuk disentuh dan perlu untuk dipeluk dan dilindungi, karena itulah nature nya mereka.

Tentang berbicara
Laki-laki tidak suka terlalu banyak berbicara, sedangkan perempuan gemar sekali berbicara. Bagi perempuan, bicara adalah sebuah relaksasi.
Dalam sebuah riset, wanita itali berbicara 20.000 kata per hari, sedangkan wanita barat yang hampir sama dengan kita adalah 16.000 kata per hari. Sedangkan laki-laki mencukupkan dengan berbicara 7000 kata per hari.
Maka yang terjadi adalah ketika laki-laki sudah pergi ke kantor, ia pulang dengan telah menghabiskan jatah berbicaranya, sehingga saat dia pulang ke rumah, dia sudah tidak ingin ngomong apa-apa. Namun wanita ketika suaminya sudah di rumah, dan dia belum sempat menghabiskan 16.000 kata nya, maka dia akan menghabiskan semalaman berceloteh kepada suaminya.
Perempuan lebih gemar berbicara karena mereka lebih menggunakan emosi, sedangkan laki-laki cenderung tidak menggunakan emosi.
Laki-laki jika ia berada dalam tekanan, maka ia akan berbuat tanpa berpikir, sehingga banyak laki-laki masuk penjara karena kejahatan yang ia lakukan tidak disertai dengan pikiran yang sehat. Sedangkan perempuan sebaliknya, ketika ia berada dalam tekanan, maka ia akan berbicara tanpa berpikir, sehingga jika ia tertekan, maka ia cenderung datang ke terapis karena stress. Itulah kenapa ketika perempuan stress, pasti omongannya jahat. Dan setelah itu, mereka akan menyesali apa yang mereka ucapkan.

Contoh kecilnya bahwa pria lebih fokus daripada wanita adalah saat belanja di supermarket. Pria belanja 20 menit saja sudah pusing. Pria me-list dulu apa yang akan mereka beli dan mereka membeli sesuai apa yang ada dalam list. Sedang perempuan, dari 10 barang yang akan dibeli, mereka kembali dengan15 barang yang tidak ada di list.

Laki-laki tidak ahli dalam bahasa,Perempuan tidak ahli dalam bidang logika
Menurut survey, perempuan jauh lebih banyak menjadi guru bahasa daripada pria. Karena memang lelaki cenderung tidak suka terlalu banyak berbicara. Sedangkan wanita tidak demikian, mereka ahli di bidang bahasa namun tidak di bidang logika dan teknik. Itulah mengapa di bidang keteknikan, laki-laki lah yang lebih banyak berperan daripada wanita.

Perempuan dan laki-laki memang berbeda, karena perbedaan itu, maka tidak dapat disamakan dalam perlakuan, hak , dan tanggung jawabnya.
Seorang wanita yang sudah mempunyai kedudukan dan harta yang banyak, yang dimana ia juga bekerja, akan rentan untuk terjerumus kepada maksiat. Karena wanita lebih banyak menggunakan sisi emosionalnya.
Kehidupan sekarang memaksa wanita untuk melakukan kegiatan kesehariannya yang tidak sesuai lagi dengan fitrahnya.
Fenomena after hours—adalah kegiatan “bersenang-senang” yang dilakukan di dunia barat tepat setelah jam kerja mereka selesai. Mereka mencari kenikmatan dengan datang ke club dan bersenang-senang dengan cara duniawi.
“karena mereka bingung mencari kebahagiaan dimana. Padahal kebahagian bukan pada badaniah. Semakin ia penuhi kesenangan dunianya, semakin haus ia dengan kesenangan itu. Tidak akan pernah terpuaskan.”

Miss World
Wanita dibentuk opininya dari kecantikan. Dengan ajang miss world yang memperlihatkan kemolekan gadis dunia, orang dibentuk pemikirannya atas bentuk cantik seorang wanita.
“Lelaki tertarik pada wanita karena fisiknya, namun wanita cenderung tidak terlalu tertarik pada fisik seorang laki-laki.”
Ketika seseorang lelaki, ditanya apa yang paling penting dari seorang wanita?
1. Pinggul
2. Dada
3. Pantat
4. Wajah

Ketika seseorang perempuan ditanya apa yang paling penting dari seorang laki-laki?
1. Humor
2. Kepastian
3. Tanggung jawab
Ketika di dunia masih menjadikan materi sebagai kenikmatan tertinggi, maka selama itu pula perempuan dijadikan komoditas industri dan dijual belikan. Tapi dalam islam tidak demikian, dalam Islam laki-laki dan perempuan berebut ridho Allah SWT.

Jihad Wanita
Pada suatu hari seorang wanita bernama Zainab yang bergelar Khatibatin-nisa’ telah menemui Rasulullah SAW lalu berkata: “Aku telah diutus oleh kaum wanita kepada engkau. Jihad yang diwajibkan oleh Allah ke atas kaum lelaki itu, jika mereka luka parah, mereka mendapat pahala. Dan jika mereka gugur pula, mereka hidup disisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki. Manakala kami kaum wanita, sering membantu mereka. Maka apakah pula balasan kami untuk semua itu?” Bersabda Rasulullah SAW: “Sampaikanlah kepada sesiapa yang engkau temui daripada kaum wanita, bahawasanya taat kepada suami serta mengakui haknya adalah menyamai pahala orang yang berjihad pada jalan Allah, tetapi sangat sedikit daripada golongan kamu yang dapat melakukannya.”
(HR Al-Bazzar dan At-Thabrani)

Apapun yang didapatkan suami di luar rumah, itu berhak didapatkan oleh istrinya. Ketika seorang suami berpahala di luar rumah, sementara di rumah sang istri menjaga anak dan kehormatannya, maka selama itu seorang istri layak mendapatkan pahala suaminya. Seorang istri membangungkan suami di pagi hari dan suami itu pergi ke masjid maka seluruh pahala itu juga didapatkan oleh seorang istri.
Seorang istri yang mengakui hak-hak suaminya, ia layak mendapatkan seluruh apa yang didapatkan oleh sang suami

Kenapa laki-laki mendapatkan warisan dua bagian sedangkan perempuan hanya satu bagian? Karena laki-laki bertanggung jawab atas ibunya, atas adik-adiknya, sedangkan perempuan hanya bertanggung jawab atas dirinya sendiri.
Seorang laki-laki bertanggung setelah akad nikah, bertanggung jawab atas pahala dan dosa istrinya, bertanggung jawab atas keperluan istrinya dan keluarganya—termasuk menicure, pedicure, dan facial.
“Betul, karena perempuan berhijab tidak harus kucel. Kucel nya istri dapat membuat perpecahan rumah tangga. Maka dari itu saya bilang kepada istri saya.
‘Jangan kau pakai pakaianmu diluar yang lebih bagus daripada pakaianmu di dalam rumah. Kenapa? Ketika pakaianmu di luar lebih bagus daripada pakaianmu di dalam, kau akan diperhatikan oleh orang dan Allah tidak ridho.
Sedangkan jika pakaian di dalam rumahmu lebih baik daripada pakaian di luar rumahmu, maka kau akan mendapatkan perhatianku dan Allah akan ridho kepada kita.”

Ada seorang lelaki datang bertemu Rasulullah s.a.w., lalu bertanya: Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk aku hormati?
Baginda menjawab: Ibumu. Lelaki itu kembali bertanya : Kemudian siapa?
Nabi menjawab: Ibumu. Lelaki itu terus bertanya : Kemudian siapa?
Nabi menjawab lagi : Ibumu. Sekali lagi lelaki itu bertanya: Kemudian siapa lagi?
Nabi menjawab pula: Kemudian bapamu.
Sehingga ibu bertanggung jawab 75% terhadap pendidikan dan perkembangan anak. Itulah kenapa ibu memang berbicara lebih banyak daripada sang bapak. Karena untuk mendidik anak perlu banyak bicara dan menjawab pertanyaan-pertanyaan anak kecil yang tidak pernah selesai.

Lembutlah Kepada Istri
“Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya
Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah. (HR. Muslim).
Kenikmatan dunia untuk lak-laki menurut sabda Rasul SAW:
1. Rumah
2. Kendaraan yang baik
3. Tetangga yang baik
4. Istri yang solehah
Yang terbaik dari empat di atas tadi adalah istri yang solehah.

Perempuan adalah Makhluk yang peka
Ada sebuah studi, dimana sekumpulan laki-laki dan perempuan diberikan 10 video anak bayi yang sedang menangis. Hasilnya adalah perempuan lebih dapat mengerti bahwa 10 bayi itu menangis dengan alasan yang berbeda. Ada bayi yang menangis karena kepanasan, karena ingin buang air, karena ingin susu, dan sebagainya, sedangkan laki-laki tidak bisa mengerti.
Karena kepekaan inilah yang menyebabkan adanya masalah rumah tangga.
“Bi, Umi mau beli baju yang itu.”
“Oh, yawdah, ambil aja, Mi.”
“Tapi mahal, Bi.”
“yawdah, gak usah.”
“dasar gak peka.”

Pria ingin dihargai
“Mau makan apa?”
“terserah”
“Ayam ya.”
“Kan kemarin sudah makan ayam. Masa ayam lagi?”
“Yasudah, Ikan ya?”
“gak ah, kalo ikan makannya amis.”
“Kalo gitu gado-gado aja?”
“gak ah, gado-gado ntar sakit perut.”
“Terus mau makan apa?”
“terserah.”
“Yawdah, kalo gitu pulang aja.”
“Yawdah pulang aja.”
Akhirnya kedua pasangan pulang dan bertengkar sambil dalam keadaan perut lapar.
Sehingga kepada istri, berikanlah jawaban spesifik. Karena bagi pria, permintaanmu adalah perintah. Dan ketika perintah itu ia laksanakan, ia merasa bahwa dirinya dihargai dan dibutuhkan.

Men Sini in Women Sono
Laki-laki adalah pemimpin dalam rumah tangganya. Maka perempuan harus menaati suaminya selama perkara-perkara itu makruf dan tidak bermaksiat kepada Allah SWT.
Di balik laki-laki yang hebat,adalah perempuan yang hebat. Perempuan yang dapat mensupport suaminya dan menjaga keluarga dan kehormatannya. Seorang perempuan yang dapat membuat suaminya tenang ketika bekerja dan berdakwah di luar rumah dan sang suami percaya bahwa istrinya menjaga rumah dan menjaga kehormatannya dengan baik.

Ingatlah, aku telah memberi tahu kalian tentang istri-istri kalian yang akan menjadi penduduk syurga, yaitu yang penyayang, banyak anak (subur), dan banyak memberikan manfaat kepada suaminya, yang jika ia menyakiti suaminya atau disakiti, ia segera datang hingga berada di pelukkan suaminya, kemudian berkata “Demi Allah, aku tidak bisa memejamkan mata hingga engkau meridhoiku..”
[HR. Al-Baihaqi]

Khadijah r.a.h
Khadijah menikahi Muhammad di usinya 40 tahun ketika Muhammad berusia 25 tahun. Rasul diangkat menjadi nabi di usia 40 tahun, ketika itu Khadijah berusia 55 tahun. Selama itu pula Khadijah tidak pernah mengeraskan suaranya kepada Nabi Muhammad SAW, dan bertutur lemah lembut kepada Nabi. Khadijah pada saat Nabi berdiam di gua hira yang saat itu ia sudah berumur 55 tahun, ia menghantarkan makanan setiap harinya dan menaiki bukit dengan jarak yang jauh dengan jalan kaki, dan itu dilakukan selama dua tahun. Seorang ibu-ibu umur 55 tahun memanjat Jabal Nur setiap hari selama dua tahun.
Nabi menikah dan berpoligami setelah Khadijah meninggal. Jika saja seluruh wanita seperti Khadijah, maka lelaki tidak akan menginginkan untuk menikah lagi.
Dengan demikian, tidak benar jika islam memarjinalkan wanita—islam adalah yang paling adil kepada wanita, dengan menempatkannya sesuai dengan fitrahnya.

Author: Syarif Hidayatullah
Twitter: @saungkertas
Webpage: http://saungkertas.com

Advertisements